Skip to main content

Crafty Mind: End of the Year Project! [And Printable Freebies!]





It's been a while since my last post! Sebetulnya rencananya kali ini mau berbagi cerita pas liburan singkat ke Malang akhir November yang lalu, tapi apa yang gue raih hari ini rasanya lebih seru untuk ditulis (dan lebih mutakhir :p) di blog ini.

Bagi yang follow instagram atau path atau snapchat gue, mungkin bisa tahu apa yang kiranya gue tulis kali ini. Tapi bagi yang emang gak follow *hiks*, yaaa sudahlah ku tumpahkan saja di sini deh.

Jadi begini para pembaca sekalian, i had a weekly planner for the year of 2014 that i bought on TYPO Singapore, during my vacation to that country. That planner helped me a lot during that year, especially to manage my life. Meski tampak depan planner itu 'gak gue banget' karena bergambar tengkorak dan isinya termasuk simpel, ukurannya yang ga menuh-menuhin tas jadi alasan kenapa planner ini jadi favorite gue selama tahun 2014. Di akhir tahun 2014, gue mencoba mencari planner serupa di toko yang sama lewat situs resmi mereka, tapi gak ada. Akhirnya gue pasrah dan memilih untuk mencetak sejumlah free printable planner dari Pinterest.com. Sekitar satu bulan yang lalu, gue teringat bahwa gue butuh sebuah planner untuk mempersiapkan tahun 2016 mendatang, karena diperkirakan gue harus tau kapan deadline skripsi dan kapan harus ketemu informan untuk wawancara dan observasi. Bagi sebagian orang mungkin akan mempertanyakan kenapa gue gak menggunakan applikasi kalendar yang ada di smartphone gue. Jawabannya sederhana: cool note book and planner are my biggest weakness! So, gue mencoba kembali mencari di situs resmi TYPO untuk melihat planner yang ditawarkan. Berhubung gue belum paham tentang pembayaran online ke negara asing dan karena belum punya kartu kredit juga, maka dari itu gue cari sejumlah online shop yang membuka pre-order untuk produk-produk TYPO yang ada di Malaysia dan Singapore. SEDIHNYA adalah, harga planner yang ditawarkan, menurut gue, over budget. Bayangkan aja, satu planner seharga Rp 250.000,- dan belum termasuk ongkos kirim. Meski gue percaya bahwa isinya menarik, tapi agak nyesek aja gitu. Kemudian muncullah sebuah gagasan untuk mencetak sejumlah free printable planner yang ada di Pinterest.com untuk kemudian dibuat seperti planner pada umumnya.

Kendala yang muncul adalah, halaman-halaman planner yang gue temukan di situs itu kurang cocok di hati. Belum lagi akan bermasalah kalau gue mau menjual planner tersebut, mengingat halaman-halaman tersebut bukan gue yang merancang. Muncullah gagasan baru, yaitu membuat planner sendiri! Kebetulan gue sudah mulai terbiasa menggunakan Adobe Indesign, jadi untuk mendesign halaman-halaman buku akan lebih mudah. Di awal, gue merancang tiap halaman planner lengkap dengan bulan, tanggal, dan hari-hari libur nasional. Namun ditengah jalan gue berhitung tentang biaya cetak yang kira-kira bisa makan budget Rp 80.000-100.000 sendiri. Dengan perkiraan biaya yang sebesar itu, gue khawatir akan lebih memilih untuk membeli planner yang di jual dengan harga di bawah Rp 50.000 yang tersedia di toko buku maupun online shop. Gue galau, jujur aja galau banget....mending beli atau bikin sendiri. Gue menyampaikan keluh kesah itu ke sepupu gue, Dyah. Menurutnya, akan lebih menyenangkan kalau kita berhasil membuat sesuatu yang emang kita buat sendiri, and she believes that I can design the planner quite well. Akhirnya gue merombak design agar bisa sesuai dengan kondisi keuangan gue. Caranya? I made a black and white + no-date planner agar bisa di fotocopy dalam jumlah banyak (karena harga fotocopy JAUH lebih murah ketimbang nge-print hehehe).

Another barriers muncul ketika mulai masuk tahap foto-copy. Berhubung anaknya males keluar rumah belakangan ini, jadinya pergi ke tukang fotocopy deket rumah aja dengan harapan kualitasnya beda tipis sama di tempat percetakan langganan. Kesalahan utama ada di gue, karena gak nge-cek kualitas hasil fotocopy-an. Kesalahan lainnya gue rasa juga ada di si mbak-mbak fotocopy yang ga memastikan hasil copy-annya baik. Belum lagi dia motong agak asal-asalan, jadi ada beberapa bagian yang harusnya bisa diselamatkan, jadi terbuang sia-sia hhuhuhuhu. Untuk bagian planner-nya sendiri masih bisa gue akalin dengan cara menempelkan dua kertas hasil copy-an jadi satu supaya bagian depan dan belakang bisa digunakan. Tapi di bagian notes-nya gagal total gara-gara potong kertas yang asal-asalan huhuhuhu. Rasa malas pergi ke percetakan juga akhirnya mendorong gue harus kreatif dalam membuat cover depan dan belakang. Gue memutuskan untuk memanfaatkan karton manila berwarna putih dan dihias dengan sejumlah black dot yang dibuat dengan bantuan penggaris supaya hasilnya flawless. Alhamdulillah, hasil cover depan dan belakang memuaskan dan bikin seneng sendiri setiap ngeliatnya *yeuuu*. Demi mensukseskan my attempt to make my own 2016 planner, gue akhirnya pergi ke percetakan langganan untuk fotocopy dan laminating. Super duper bersyukur karena si mas-mas fotocopy lebih telaten dalam menduplikasi halaman planner gue, bahkan dia menawarkan untuk gue melihat percobaannya yang pertama.Setelah gue approve, di fotocopy-lah sejumlah halaman planner, kemudian di laminating juga cover yang DIY itu, dan terakhir di jilid dengan spiral. Hasilnya?


Front

Back

Karena ga ada hasil foto yg bagus, berikut cuplikan bagian dalamnya :p


I do love it! Dan sama sekali gak nyesel menyisihkan waktu di sela-sela ngetik UAS dan SOI buat skripsi demi buat planner sendiri. Well, gue kali ini mau iseng-iseng membagikan hasil karya gue secara cuma-cuma yang mungkin terlalu sederhana, tapi siapa tahu bermanfaat bagi yang mau buat planner sendiri atau mungkin mencari inspirasi untuk membuat design sendiri.

Penting untuk diketahui bahwa planner  ini ukurannya A5 dengan margin bagian dalam 15 mm (1.5 cm). Dengan ukuran margin tersebut, kalian bisa menjilidnya dengan spiral. Oh ya! Sengaja planner ini dibuat tanpa tanggal dan tahun, jadi kalian bisa pakai planner ini kapan saja, gak harus di awal tahun ini ;)

If you finally decide to use my design as your planner, please upload it on your social media (instagram or twitter) and tag me (@fkrnand on INSTAGRAM or @fikrianna on twitter). Also, you can use #summertreasureplanner as the tag ;)

Click to download all the stuff you need


You can download the planner and note pages here

You can download the cover pages here

Oh ya, font yang di gunakan dalam planner ini bukan buatan gue ya, i got all of them from some free font website :) Jadi, kalau ada yang mau menjual planner yang gue susun, silahkan cari para pembuat font yang bersangkutan untuk minta do'a restu ya (dan bagi-bagi rezeki) hehehe :p

Well, have a great last-week-on-2015!

Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…