Skip to main content

Not His Story: From The Heart of Japan


Ohayou!

Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 

Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!
Marvel Black Top by Uniqlo, Midi Skirt by Cotton On, Two Tone Slip-in Shoes by Zalora, Sling Bag by Buccheri

Wearin a skirt? Not a big deal!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambarkan kunjungan gue: RAMAI, GEDE, dan JEPANG! Wajar kalau gue menyebut Jepang untuk menggambarkan mall baru ini, karena mall ini memang 'buatan' Jepang! AEON sendiri adalah retail dari Jepang yang sedang melebarkan sayapnya di berbagai negara, salah satunya adalah Indonesia. Mall ini super duper gede dan butuh kaki yang kuat buat jalan-jalan, terdiri dari 4 lantai yang dibedakan berdasarkan segmennya.

Di lantai GF, isinya itu ada AEON Supermarket, berbagai restoran yang tidak ramah dengan budget saya (alias mahal dan berkualitas tentunya), dan tempat makan ramah budget yang terletak persis di depan supermarketnya. Nah, favorite gue adalah tempat makan di depan supermarketnya. Why? Karena ada berbagai jenis makanan, mulai dari makanan Jepang sampai Timur Tengah dengan harga yang terjangkau! Tempat makan ini terdiri dari beberapa counter sesuai dengan jenis makanannya dan tiap counter ada kasirnya sendiri. Oh ya, makanan disini sepertinya memang ditujukan untuk take away dan menariknya, sendok, garpu, dan sumpit dikenakan charge sebesar Rp 500,00. Pasti ada yang kesel sih..masa iya peralatan makan aja harus bayar! Tapi menurut gue, hal ini bagus untuk meningkatkan kesadaran buat bawa perlengkapan makan sendiri dan wajar aja karena pada dasarnya makanan tersebut untuk dibawa pulang. Dua hari mengunjungi AEON Mall (iya tau, gue kelewat niat!), lokasi tempat makan di daerah tersebut selalu ramai pengunjung. Sayangnya, banyak pengunjung yang gak sadar akan kebersihan dan 'manja' karena berharap ada mas-mas yang bisa bersihin meja. Mungkin harus diberikan tulisan di setiap meja sebagai pengingat untuk lebih mandiri kali ya? (Just like in IKEA, meskipun masih ada aja yang males). Untuk tempat makan AEON ini, gue bisa memberikan nilai 3.5 out of 5. Oh ya! Di lantai ini, terdapat juga cafe-cafe seperti Starbucks (dengan interior yang simpel tapi keren!), ada juga Chatime, Beard Papa, dan Cold Stone. Selama dua hari berkunjung, berhubung mall ini rame banget, gue banyak menghabiskan waktu di Starbucks sambil nge-charge dan nugas. Sayangnya, koneksi wi-fi dan sinyal handphone kacau balau di Starbucks dan keseluruhan mall. Syedih...berasa masuk goa rame-rame :(

MURAH MERIAH!!! <3
TOO MUCH CUTENESS!! Pikachu in a line!
Starbucks on the afternoon, at AEON Mall BSD City

I love the wall!

Lantai selanjutnya adalah lantai 1. Kebetulan gue tidak terlalu banyak men-explore lantai ini karena isinya beauty and fashion. Nantinya, di lantai ini akan dibuka H&M dan Uniqlo, YEAY! Ada juga Giordano, dan beberapa toko pakaian lainnya.

Di lantai 2, ada AEON Department Store yang masih nyambung dengan Dept. Store yang ada di lantai 1. Tapi, bagian department store di lantai ini yang jadi favorite karena ketika gue masuk bagian depannya, langsung ada barang-barang Doraemon dan Pokemon! Gils!! Suka banget parah! Di bagian dalamnya lagi, ada tempat bermain untuk anak-anak yang di sampingnya di jual dessert dari MINI STOP! Di counter tersebut, dijual ice cream cone matcha yang murah meriah, Rp 8000 untuk ukuran reguler dan Rp 10.000 untuk ukuran large!. Dessert ini juga ada di lantai GF, tapi karena di lantai bawah itu tempatnya selalu rame dan rasanya gak worth it untuk ngantri lama banget demi beli es krim Rp 10.000, makannya gue sangat menyarankan dan lebih suka belinya di lantai 2. Oh ya, di lantai ini (di luar Department Store), ada toko-toko untuk anak-anak dan toko menjual pernak-pernik. Daiso jadi salah satu tujuan utama gue. Sebenarnya gue pernah dengan bahwa toko tersebut sudah dapat ditemukan di sejumlah mall di Jakarta, tapi rasanya kurang Jepang aja gitu kalau gak mengunjungi toko tersebut di Mall asli Jepang itu, hehehe. Menurut gue pribadi, barang-barang di Daiso mengingatkan gue pada toko serba Rp 5000.00 yang pernah tenar di Jakarta beberapa tahun yang lalu. Tapi karena barang-barang di Daiso itu asli dari Jepang, makannya cukup menarik untuk dikunjungi dan untuk berbelanja. Semua benda di toko ini dihargai Rp 25.000. Mulai dari kipas, stationary, sampai peralatan makan. Saran gue, kalau mau belanja di toko ini, ada baiknya membeli barang-barang yang memang gak ada di Indonesia, misalnya kipas plastik dengan design khas-Jepang atau lampion khas Jepang, atau stationary seperti kertas surat. 

Hey Mickey!
matcha!!

Untuk lantai 3 dan Mezanine, gue tidak men-explore terlalu banyak dan terlalu dalam. Temuan gue di lantai 3 adalah Amazon, Potatoo (temporary tattoo that i love!), food court yang bisa jadi alternatif kalau ingin makan yang tidak sepenuh di lantai GF, dan XXI. 

Secara keseluruhan, gue akan memberikan nilai 3 out of 5 untuk mall ini. Nilai tersebut gue berikan mengingat kondisi jaringan internet yang mengganggu selama dua hari kunjungan gue dan jarak yang jauh dari rumah. 

Oh ya, hampir kelupaan...

Jangan lupa untuk membuat membership card dari AEON Retail yang bisa digunakan untuk berbelanja di AEON Supermarket dan AEON Department Store. Kenapa? Karena setiap berbelanja, akan dapat poin dan bisa memperoleh banyak kemudahan di kemudian hari :)

Well, have fun on the latest mall in suburb! 


Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…