Skip to main content

Posts

MUST READ

Being a Plus-Size Woman: The 'Fat Talk'

Pernah mendengar istilah 'Fat Talk'?
Ina* adalah seseorang yang memiliki ukuran dan bentuk tubuh layaknya mayoritas perempuan di Jakarta, atau dalam kata lain memiliki tubuh ideal bagi masyarakat Indonesia. Dirinya kerap merasa tubuh yang ia miliki terlalu besar dan masih jauh dari kata 'ideal. Dirinya kemudian menunjukkan rasa insecure-nya itu dengan berucap (baik secara langsung maupun melalui media sosial) hal-hal sebagai berikut: "duuuh gue gendutan nih!" (sambil memegang perut) "duh buncit banget sih!" (sambil menunjuk paha) "gila paha gue udah segede apaan tau!" (mengupload foto kemudian menuliskan caption) "gendaaaaaatss"
Nah, ucapan si Ina yang menunjukkan keluhan terhadap ukuran tubuhnya yang dirasa masih kurang 'ideal' merupakan salah satu contoh dari 'fat talk'. 
Setelah membaca sejumlah artikel dan sedikit potongan halaman introduction dari buku salah seorang antropolog bernama Mimi Nichter yang berjudul '…
Recent posts

Being A Plus-Size Women: What Hold You Back?

'Diet_sehatlangsing started following you'
'dr_peninggi_pelangsing_no_1 started following you'
'solusiperutbun.cit started following you '

Bagi pengguna instagram, pasti pernah beberapa kali mendapat notification bahwa akun kita diikuti oleh akun-akun yang menawarkan produk pelangsing atau jasa konsultasi untuk mendapat tubuh yang lebih kurus. Sering menggunakan hashtag #plussizeindonesia atau #plussize dan mengunggah foto-foto diri sendiri rasanya merupakan alasan dari akun-akun tersebut mengikuti gue di Instagram. Probably because i have big body, they see me as  a potential customer. Atau dalam kata lain, they became my followers because they have the stereotype that girls like me, who have big body, want to have skinnier body. Annoying? Kind of, tapi kondisi tersebut gak bisa dipungkiri karena yaaa pada dasarnya mereka sedang berusaha mencari sesuap nasi dan segenggam berlian dengan memanfaatkan stereotype yang ada pada para pengguna instagram.


Bicara tent…

Being a Plus-Size Women: Romusa isn't Trending Anymore!

Pernah dengar istilah 'romusa'?

Kalau kalian jawab 'kerja paksa di zaman penjajahan Jepang', well great! Karena kalian masih ingat pelajaran sejarah. Tapi Romusa yg gue maksud bukan itu.

Istilah Romusa yang gue acu kali ini muncul dari cerita salah satu dosen gue yang mengunjungi salah satu daerah di Papua. Salah seorang penduduk lokal yang berinteraksi dengan dosen gue menyebutkan istilah tersebut setelah seakan-akan melihat kebingungan di wajah dosen gue karena penduduk di tanah Papua punya wajah yang mirip-mirip. Romusa yang dimaksud adalah adalah kependekan dari 'Rombongan Muka Sama'.

Istilah itu selalu gue ingat karena berkesan banget! Dan setelah dipikirkan lagi, even di Jakarta yang  orang-orangnya sudah lebih diverse, Romusa masih bisa kita temukan loh!

Dimana?

Coba saat kalian bermain ke pusat perbelanjaan di Jakarta (atau kota-kota besar lainnya) perhatikan para wanita muda yang ada di sana dan coba cari sejumlah persamaannya. Selama ini gue melihat b…

Not His Story: What 2016 Had Done to (and Taught) Me!

Happy New Year 2017!  Alhamdulillah masih diberikan kesempataan untuk bernafas sama Tuhan hingga dapat merayakan pergantian tahun lagi kali ini. How's your new year eve? I spent my night with my big family and i couldn't ask for more. Semoga saja tahun 2017 lebih baik dari sebelumnya, Aamiin.

Tahun 2016 telah banyak memberikan kenangan dan pelajaran yang menarik sekaligus penting untuk kehidupan gue, mulai dari ngurusin skripsi, mencari kerja, jalan-jalan bersama orang-orang yang gue sayang, sampai akhirnya ditutup dengan pengalaman menjadi seorang anak magang di salah satu perusahaan yang terbilang cukup besar di Indonesia. Bisa dibilang, tahun 2016 membuat hidup gue lebih dinamis. Setelah beberapa hari kemarin  menyempatkan diri untuk merefleksikan hidup di satu tahun belakangan ini, gue menemukan ada beberapa aspek dalam kehidupan gue yang 'diotak-atik' oleh tahun 2016 dan menghasilkan pelajaran penting as my guidance to survive in 2017. And I guess it's time fo…

Not His Story: Mother, The Real Superhero!

It's been a while since my last post, maafkan saya huhuhu. Since the first day of December, gue mulai mendapatkan kesibukan baru, which is working as intern untuk salah satu perusahaan di daerah Gatot Subroto. Sebetulnya sih pekerjaannya tidak sesibuk itu, but I spend most of my time on the road....

Kesibukkan baru gue ini cukup banyak menorehkan cerita dan suatu sudut pandang baru untuk gue, meskipun baru gue jalani selama 2minggu+. Sudut pandang itu memberikan gambaran nyata tentang perjuangan seorang ibu yang juga meniti karir....like what my mom does.

My mom isn't a stay home mom, sejak gue lahir (bahkan jauh sebelum itu) beliau bekerja sebagai pegawai swasta di berbagai perusahaan (tentunya gak dalam satu waktu hehehe :p). Gue tahu bahwa beliau sangat bekerja keras dan banyak berkorban untuk dua perannya tersebut, tapi semenjak menjalani kesibukkan sebagai intern, gue mulai paham perjuangan beliau. 

Selama kurang lebih 10 tahun belakangan ini, nyokab bekerja di daerah sekita…

Not His Story: Gogirl! Pop Up Class 2016

Menulis artikel feature itu sama kayak bikin skripsi: gak sebatas hanya menuangkan ide tapi butuh research data yang relevan dan membuat kerangka supaya isi artikelnya gak berlebihan, gak sebatas menarik tapi juga memberikan pemahaman buat pembacanya. - me

Quote di atas gue ambil dari catatan yang gue tulis saat ikutan Gogirl! Pop Up Class di Maxx Coffee, Lippo Mall Kemang, kemarin pagi. Ini adalah kali keempat Gogirl! Mengadakan Pop Up Class dengan berbagai topik yang menarik untuk diikuti. Gue sendiri sebelumnya sudah pernah ikutan salah satu Pop Up Class tahun 2015 lalu, yaitu kelas layout for dummies bersama Managing Editor Gogirl Magazine (yang sekarang  berprofesi sebagai manager), Mbak Yenni Kartika. Begitu tau ada Pop Up Class yang gak terlalu jauh dari rumah, gue langsung daftar dan meracuni Monica, my plus-size buddy, untuk ikutan. Di Pop Up Class kali ini, ada empat kelas yang ditawarkan oleh Gogirl: DIY, Flatlay, Writing, and Beauty class. Gue langsung memilih writing clas…

Being a Plus-Size Women: Surround yourself with Positive Vibes

When I was in  high school, memiliki tubuh yang langsing selalu ada di resolusi gue tiap tahun. Untuk bisa memberikan tanda check di resolusi itu, gue melakukan berbagai hal, salah satunya adalah melakukan diet tanpa pengawasan yang baik. I stopped eating rice, as my form of diet, at night when I was 13 or 14 years old. Tapi, sebelum merasakan hasil yang gue inginkan, gue malah harus menemui dokter karena merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut. Di saat itu lah gue tau bahwa lambung gue ada pada kondisi yang kurang baik dan langsung aja dong gue berhenti melakukan segala macam diet sampai detik ini daripada harus merasakan that kind of pain.
Merasa insecure karena punya tubuh besar adalah salah satu bentuk 'penderitaan' yang harus gue tanggung karena gak mampu mendapatkan tubuh yang 'ideal' lewat diet makanan yang gue lakukan di masa itu. Pengaruh lingkungan sekitar dan peran media membuat gue merasa bahwa gue kurang cantik karena ukuran tubuh gue yang besar i…

Recommended by Her: Supply for My Addiction on Stationery

Since I was little, setiap masuk ke toko buku untuk belanja stationery supply for school selalu ada kebahagiaan tersendiri . Mulai dari memilih buku tulis dengan cover yang lucu-lucu, mencari pensil atau ballpen yang terlihat menarik, menentukan tempat pensil yang cukup untuk semua peralatan tulis menjadi kesenangan sendiri. Lebih bahagia lagi kalau bisa menenteng hasil belanjaan keluar dari toko buku :p Sampai sekarang, setiap ke toko buku, gue selalu sempatkan ke bagian stationery. Entah hanya sekedar cuci mata sampai beli alat tulis yang sebenarnya gak butuh-butuh amat tapi terlalu sayang untuk dilewatkan. 
Stationery, atau 'alat tulis' dalam bahasa Indonesia, selalu gue jadikan motivasi untuk bisa produktif saat belajar atau beraktivitas. Pada saat masa-masa kuliah, setiap semester gue pastikan akan ada buku catatan yang berbeda-beda dan sejumlah sticky note sebagai penyemangat. Salah satu permasalahan yang kerap gue hadapi adalah ketika mengunjungi toko buku, stationery y…