Thursday, January 8, 2015

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?

Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 

Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:


Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa yang selama ini dikenal sebagai 'gendut'. Gue pribadi, dari kecil udah biasa banget dibilang gendut dan ajaibnya, gue merasa cuek aja. Tapi gak mau berbohong, di masa perkuliahan ini gue cukup mudah terusik kalau ada yang bilang gendut, apalagi kalau lagi PMS. Dan gue rasa, istilah plus-size cukup membantu gue menangani ukuran tubuh yang memang besar ini. Bahkan gue memanfaatkan keberadaan plus-size fashion blogger dan model untuk menjadi penyemangat dan peningkat rasa percaya diri, misalnya aja fashion blogger dari Amerika bernama Nadia Aboulhosn atau model Denise Bidot, both of them are my favorite and my role models! Mungkin bagi sebagian orang, di Indonesia terutama, belum terbiasa dengan istilah plus-size ini..yaa lagi-lagi, sudah terbiasa menggunakan istilah 'gendut' jadi kalau ada istilah lain rasanya asing...
Denise Bidot, International Plus-Size Model, check out her portofolio (which i love) on http://www.denisebidot.com/denise/portfolio/

Nadia Aboulhosn, from nadiaaboulhosn.com

Selama gue hidup hampir 22 tahun, wanita-wanita muda yang berusia dibawah 30 tahun rasanya cukup jarang yang punya ukuran tubuh plus-size ini...bukan berarti gak ada loh ya!. Keberadaan mereka yang bertubuh plus inipun seringkali berkurang mengingat tekanan yang muncul dari masyarakat..atau lebih mudahnya...tekanan dalam mencari jodoh. Wahai para pria, akuilah sebagian besar dari kalian lebih menikmati hubungan dengan wanita dengan ukuran tubuh normal! Maka dari itu, gak sedikit dari para wanita muda yang kemudian melakukan berbagai kegiatan pengurangan bobot supaya bisa dilirik oleh para pria. Tentunya ada juga yang punya alasan lain, misalnya alasan kesehatan dan sebagainya. Ada banyak alasan untuk bisa mengurangi ukuran tubuh. Tapi tentunya gak bisa instan dong? Perlu proses, dan proses itu sendiri juga banyak yang gak berjalan mulus. 

ya contoh mudahnya adalah...gue

Jujur aja, gue bukan tipe orang yang konsisten kalau urusan pengurangan berat badan. Di tahun 2013 akhir, gue ikut nge-gym yang konon katanya bisa mengurangi berat badan. Tapi selalu aja ada alasan buat gue untuk gak menjalani olahraga secara teratur, mulai dari tugas kuliah yang banyak, jarak tempat gym, gak ada teman olah raga, dan sebagainya. Bahkan sampai detik ini, alasan-alasan itu masih jadi andalan gue untuk membenarkan tindakan malas itu. Di tahun 2014 kemarin, gue terbilang cukup sering untuk olahraga pagi di hari Minggu saat Car Free Day di wilayah Sudirman-Thamrin, tapi yaaa di hari lainnya, makan jalan terus dan olah raga-pun gak maksimal. Hasilnya? Sudah setengah tahun, berat badan mandeg di angka 80-85 Kg (tinggi badan gue sekitar 165 cm, obesitas? Yes, I am!). 

Secara pribadi gue merasa, hidup di Indonesia (terutama Jakarta) sebagai seseorang berbadan besar itu sulit, terutama untuk dua hal: fashion & lovers. Kalau urusan percintaan, atau nyari jodoh, ukuran tubuh bisa jadi alasan beberapa pria untuk gak memilih wanita bertubuh plus. Alasannya? beragam! Salah satu yang secara pribadi menarik adalah alasan yang berasal dari salah seorang teman di kampus. Ia bilang kalau dia sendiri gak bermasalah dengan ukuran badan, tapi kemudian menjadi masalah ketika sang kekasih yang bertubuh besar dibawa untuk bertemu keluarganya. Kenapa? karena keluarganya memiliki suatu standart tentang 'wanita ideal' which is harus berukuran normal (according to his family). Ada juga yang beralasan kalau wanita bertubuh normal itu enak dipandang. Tetapi gak sedikit juga yang mau menerima wanita berukuran plus. Kalau urusan jodoh ya cuma bisa diserahkan ke Tuhan :p

Untuk fashion, the main problem for plus size women in Indonesia is: THE SIZE AVAILABILITY! Yap, gak semua toko memiliki pakaian berukuran besar. Sebagian toko yang ada di mall-mall besar masih terdapat beberapa yang menjual pakaian berukuran besar, misalnya saja Forever 21, H&M, New Look, M&S, Uniqlo, atau toko-toko spesialis pakaian besar seperti XtoX. Yang disayangkan adalah dari segi harga yang bisa terbilang menguras kantong. Dulu, sebelum saya terbiasa belanja sendiri atau punya gaya berpakaian sendiri, sering banget untuk berbelanja di section pria karena range ukurannya yang lebih besar. Kalau kembali melihat foto-foto zaman SD, bisa dibilang saya bergaya tomboy. Kalau di zaman sekarang, dengan keberadaan internet, rasanya ada suatu standart sendiri buat wanita untuk bisa lebih kreatif dalam berpakaian, jadi harus lebih banyak pilihan pakaiannya. Sayangnya, pilihan pakaian itu saya nilai juga terbatas bagi wanita bertubuh besar. Harus cermat juga mencari pakaian yang tepat dan kantong-friendly. 

Masih terkait dengan fashion, gak sedikit masyarakat yang melihat kalau ada wanita yang bertubuh besar dengan pakaian a la para fashionista adalah hal yang gak sesuai..kelewat pd lah..atau dianggap sok asik. Tapi giliran pakaian itu digunakan ke wanita bertubuh normal, mereka malah mengagung-agungkan dan cenderung biasa aja. Emang salah kalau plus-size woman bergaya? 

Mata masyarakat yang gak biasa melihat wanita berukuran plus tentunya berdampak secara psikologis. Seperti yang udah gue singgung di bagian awal, makin banyak wanita yang ikut-ikutan diet. Beberapa kasus yang terjadi di sekitar hidup gue, mereka banyak yang berhasil. Tapi satu hal yang gue sayangkan, ketika tubuh mereka melebar sedikit aja, hebohnya berasa gak ada hari esok! Mereka-mereka yang pernah jadi plus-size women dan berhasil berdiet, kemudian kerapkali meneriakkan kesedihan mereka ketika merasa bertambah gendut. BAHKAN ada juga yang memang kurus dari kecil hingga dewasa, ikut-ikutan meneriakkan pertambahan berat badan mereka. Nyebelin? SANGAT! Apa sulitnya bersyukur or at least menghormati orang-orang yang bertubuh besar dengan tidak mengumbar betapa gendutnya mereka....Demi apapun, kondisi tersebut adalah kondisi yang sangat sangat gue hindari dan sangat gue sarankan untuk mereka agar bisa mengikuti standar mengenai plus-size clothing untuk menjadi ukuran besaran tubuh mereka. 

Plus side of being a plus-sized woman? ada!

Karena ukuran baju yang sulit ditemukan di Indonesia, maka akan lebih mudah bagi wanita bertubuh besar untuk MENABUNG! Lumayan banget uangnya  buat beli makanan enak :9. Kita bisa jadi salah satu orang yang dianggap mampu memberikan referensi makanan enyak karena berkesempatan menggunakan uang tabungan itu untuk makan-makan!Selain itu, dengan menikmati hidup sebagai seorang plus-size woman, kita bisa asah mental. Gimana enggak, sering dibilang 'gendut', jadi bahan ejekan, bahan omongan...mental diasah banget untuk jadi lebih kuat di masyarakat yang kian jahat. Selain itu, dengan sadar atau gak, mereka-mereka yang memandang plus-size woman sebelah mata adalah orang-orang yang sangat memperhatikan diri kita. Di Indonesia sendiri, lowongan untuk menjadi plus-size fashion blogger masih terbuka lebar! Persaingannya gak terlalu ketat, bahkan sampai saat ini, hanya ada 1 fashion blogger dengan ukuran plus dan ia juga gak tinggal di Indonesia. That's the chance to be outstanding in fashion world, especially in Indonesia. 

Gue pribadi merasa menjadi plus-sized woman itu cukup menguntungkan. Kita bisa menilai pria mana yang sayang sama kita gak cuma dari penampilan fisik, tapi dari hati. Banyak kasus dimana dalam pacaran, si pria hanya sebatas menjadikan si wanita sebagai pelengkap penampilan aja. Jadi dengan bertubuh besar, setidaknya ketauan lah mana yang tulus mana yang enggak. Selain itu, selama kita percaya diri untuk menjalani kehidupan sebagai plus-sized woman, maka orang bakal bisa merasa nyaman untuk bergaul sama kita. Hal terakhir yang membuat gue cukup nyaman dengan menjadi plus-sized woman adalah gue bisa menjadi orang yang berbeda, bukan yang seragam dengan orang lain, kalau dalam konteks anak Jakarta...romusa (rombongan muka sama). Gue bisa diidentifikasi oleh orang lain sebagai orang yang berbeda dengan pihak lain. 
Powerful picture, isn't it?

Semoga tulisan gue ini bisa sedikit memberikan gambaran tentang hidup di Indonesia sebagai orang bertubuh besar (according to clothing size) dan membuat yang membaca bisa lebih luas pandangannya tentang para plus-sized people in Indonesia.

Before good bye...here's my list for WEEKLY OBSESSION!

1. Scott Hoying from Pentatonix

Meskipun ternyata seorang pecinta sesama laki-laki, Scott Hoying tetap jadi kesukaan.. gantengnya gak ada abisnya! His voice also give me eargasm! Pentatonix secara keseluruhan juga asik banget xoxo

2. Snapchat

Punya akunnya sih udah lama dari 2014, tapi karena gaptek dan gak ada temennya, akhirnya gue anggurin aja. Belakangan kepake lagi buat gangguin sepupu gue yang ada di Nanjing, Cina :p. Feel free to add mine, fkrnand :D