Sunday, June 7, 2015

Not His Story: I am Feeling Twenty Two!

I always get excited to meet June, 6th every year just because I am very grateful to have another birthday and still breathing.

Sebenarnya masih belum bisa percaya kalau gue sudah berkepala dua sejak dua tahun yang lalu. Somehow, gue merasa kalau gue masih anak-anak dan belum sepantasnya jadi orang dewasa. Apalagi setiap berkunjung ke mall atau tempat-tempat nongkrong, gue merasa kurang bisa disebut dewasa ataupun tua setiap melihat segerombolan anak-anak SD atau SMP yang gaya dan dandanannya lebih hits dari gue. Gue-pun bertanya, ini gue yang salah karena gak sadar umur atau mereka yang gak sadar umur ya?

from my instagram, fkrnand


ANYWAY!

I spent my June 6th with my mom and dad dengan makan siang bersama. Secara keseluruhan, tanggal 6 Juni tahun ini terasa biasa-biasa saja, yang istimewa hanya fakta bahwa gue masih diberi kesempatan sama Allah untuk bisa bernafas dan menjadi individu yang lebih baik dalam berbagai hal. Di umur yang baru ini, gue-pun juga menyadari bahwa dalam waktu yang rasanya singkat, gue akan menghadapi tahun terakhir di perkuliahan, well setidaknya itu yang gue harapkan. Besar keinginan gue untuk bisa menyelesaikan skripsi di akhir usia 22 gue dan merasakan wisuda pada usia 23 tahun. Bagi sebagian, apa yang gue lakukan bisa saja disebut terlalu berambisi....tapi bagi gue pribadi, itu adalah sebuah konsekuensi dari keputusan gue di tahun 2012 untuk memulai lagi dari awal instead of melanjutkan apa yang sudah dijalani. Semoga saja, harapan tersebut bisa terwujud, Aamiin.

Memasuki usia baru ini, gue juga menyadari bahwa gue butuh banyak belajar. Bukan hanya sebatas belajar dalam rangka akademis saja, tetapi belajar tentang hidup atau setidaknya belajar mempersiapkan diri di realita....bukan lagi sebagai seorang pelajar tetapi sebagai wanita dewasa yang sedang berupaya membangun kariernya dan masa depannya. Berat? Semoga saja Allah selalu membantu gue dalam menjalaninya.

WHOAAA baru bertambah umur satu hari aja, gue sudah banyak berfikir hahahaha. Mungkin itu bagian dari pengaruh yang muncul ketika semua ujian akhir semester diberikan dalam bentuk makalah take home dengan batasan minimal ribuan kata....

weekly obsession!


Keinginan untuk bisa memilki salah satu varian dari macbook sebenarnya sudah jadi impian sejak SMA. Tapi faktor harga selalu jadi penghalang, mengingat gadget keluaran Apple-ini harganya terasa keterlaluan meskipun yaaa keren sih :p. Tapi, belakangan ini, dapet macbook sebagai kado ulang tahun selalu jadi do'a gue. Meskipun sebetulnya sih gak yakin ada yang mau ngasih. Kalau gue punya unlimited budget, gue akan menghadapi kebimbangan untuk memilih salah satu dari dua varian macbook tersebut: antara macbook air 13 inch dengan macbook pro (non-retina) 13 inch. Gue bahkan googling untuk melihat perbedaan diantara keduanya. Sebenarnya, bagi gue yang banyak ngetik dan suka buat poster atau edit foto, macbook air aja cukup. Tetapi, berdasarkan banyak review pengguna macbook, buat design ya lebih baik macbook pro. 

Berasa besok bakalan beli aja ya gue? hahaha. Berharap boleh dong ya? Semoga nanti saat gue sudah bisa menghasilkan uang sendiri, macbook bisa terjangkau oleh keuangan gue :") Aamiin.