Skip to main content

Not His Story: Ojek and Taxi in One Touch!

Kemudahan teknologi makin menyentuk unsur-unsur terdekat dengan kehidupan manusia, termasuk dalam urusan transportasi. Sekitar 5 tahun terakhir, penggunaan internet untuk memesan transportasi didominasi oleh transportasi udara dan sejumlah mode transportasi yang bisa membawa kita ke lokasi yang terbilang jauh. Tapi belakangan ini, sejumlah applikasi yang dapat diakses melalui smartphone untuk memesan kendaraan atau mengecek jadwal perjalanan semakin banyak sehingga mempermudah para penggunanya. 

Hari ini, saya iseng-iseng mencoba dua aplikasi untuk memesan transportasi umum yaitu ojek dan taksi. Tujuannya sih karena saya memiliki kebutuhan untuk pergi ke suatu tempat tetapi tidak ada kendaraan pribadi yang bisa digunakan. Biasanya, saya mengandalkan telefon untuk booking taksi jika harus pergi ke lokasi yang akses transportasi umum-nya (angkot, bus, maupun kereta) terbilang cukup tricky. Bermodalkan sejumlah review pengguna applikasi transportasi terkait, saya menjajaki applikasi tersebut.

1. Bluebird Application
Si taksi biru ini sudah jadi langganan sejak lama dan saya menaruh kepercayaan pada brand ini untuk mengantarkan saya ke lokasi yang dituju. Biasanya, untuk bisa mendapatkan taksi biru ini saya memanfaatkan call center mereka atau mencari taksi yang memang sedang lewat (dan sedang kosong). Tetapi saya akui, menghubungi call center butuh upaya tersendiri terutama di jam-jam padat (berangkat dan pulang kantor) karena seringkali tidak ada tanggapan atau tidak ada pengemudi yang memberikan respon atas order. Dulu applikasi ini sempat saya download di Blackberry namun sering mengalami kegagalan, jadi saya pasrahkan saja. Jujur, saya seringkali pesimis dengan applikasi dari perusahaan Indonesia karena punya stereotype bahwa applikasi macam itu kurang canggih atau kurang ter-maintain. Tetapi pandangan itu dipecahkan hari ini!

Ceritanya saya ingin datang lebih awal ke lokasi tujuan (Jl. Kebayoran Lama Raya) karena ada wawancara program magang yang harus saya datangi tetapi saya belum dapat bayangan bagaimana perjalanan ke sana, apakah macet atau ada pengalihan jalan, dan sebagainya. Jadi saya melakukan order via applikasi di iPhone saya. Registrasi juga terbilang mudah, karena hanya perlu data diri seperti nama, nomor hp, dan email untuk kemudian memasukkan kode verifikasi yang dikirim via e-mail. Setelah itu, kita bisa menyimpan sejumlah alamat untuk lokasi pemesanan taksi. Saran saya, ada baiknya menggunakan wifi dalam menentukan lokasi penjemputan, karena biasanya lokasi akan lebih tepat. Pastikan GPS handphone dalam keadaan aktif sehingga bisa membantu mendeteksi lokasi pengguna. 

Setelah menentukan lokasi, kita bisa juga menentukan waktu penjemputan. Kebetulan saya memesan pada pukul 10.30 untuk penjemputan jam 13.50 dan setelah pemesanan, status saya in queue alias dalam proses. Baru sekitar jam 12.15 saya mendapat notifikasi tentang kode pemesanan, nomor taksi, dan nama supir taksi yang akan menjemput saja. Menarik! Dan seperti biasa, taksi biru ini selalu datang lebih awal, jadi yaaa si bapak supir terpaksa menunggu saya dandan terlebih dahulu hehehe.

Oh ya, dari hasil tanya-tanya dengan bapak supir, rupanya dia baru tahu kalau ada applikasi untuk smartphone tersebut. Ia juga menyarankan, lebih baik menggunakan applikasi atau men-stop taksi ketimbang menghubungi call center

Secara garis besar, applikasi untuk taksi ini boleh juga. Karena setelah baca beberapa review tentang sejumlah applikasi untuk order taksi, si biru ini rupanya tidak bekerja sama secara resmi dengan applikasi seperti Grab Taxi. Kalau ada taksi biru ini di grab taxi, itu berarti si supir-nya yang 'nakal'. Meskipun yaaaa kan mencari rezeki...

Saya beri 4 out of 5 untuk applikasi dan jasa taksi tersebut.

2. Go-Jek
Ceritanya, kemarin ada dua orang teman di Path yang share foto terkait dengan memanfaatkan go-jek. Yang pertama memanfaatkan fasilitas ojek ini untuk mengambil barang, sedangkan teman saya yang lain memanfaatkannya untuk membeli makanan. Karena penasaran, saya coba download applikasi Go-Jek di smartphone saya. Tahap registrasi juga mudah banget! Hanya butuh nama, nomor hp, e-mail, dan password yang akan saya gunakan. Setelah itu, kita sudah bisa login dengan e-mail dan password yang kita pilih. Nah, kemudian kita ditawarkan 4 jasa: kurir, transportasi, go-food, dan shopping. Untuk kali ini, saya mencoba jasa transportasi dari Kebayoran Lama Raya ke Jl. Sungai Sambas.

Uji coba saya untuk go-jek sebetulnya karena saya gak berhasil menemukan taksi ditambah agak malas untuk berjalan mencari, hehe. Jadi saya rasa itu waktu yang tepat untuk mencoba jasa tersebut. 

Untuk jasa transportasi, saya cukup menentukan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan. Karena bekerja sama dengan google map, saya lebih merasa nyaman karena untuk wilayah Jakarta sendiri, google map sudah bisa diandalkan. Untuk mempermudah, dalam penentuan lokasi penjemputan, applikasi go-jek menyediakan kolom untuk menambahkan keterangan terkait lokasi. Saya manfaatkan kolom tersebut untuk memberikan deskripsi ttg saya, agar lebih mudah. Menariknya, ada estimasi waktu kedatangan si abang ojek, jadi kita bisa memperkirakan berapa lama sampai kita bisa naik ojek menuju lokasi tujuan. Tidak hanya itu, ada detail tentang pengendara motor, bahkan kita bisa menghubungi via telfon atau sms kepada pengendara tersebut. Benar-benar memudahkan saya yang suka khawatir hehehe :D. Fitur itu juga bagus untuk mengabarkan orang-orang terdekat terkait transportasi yang kita gunakan. Dalam kasus saya misalnya, saya bisa kirim nama pengendara ke orang tua untuk pegangan mereka. 

Selama perjalanan saya merasa aman karena diberikan fasilitas helm, meski tanpa masker dan penutup kepala yang katanya merupakan bagian dari fasilitas go-jek. Tapi bagi saya, helm saja cukup kok. Si abang ojek yang bernama Pak Tubagus mengendarai motor dengan baik sehingga saya gak ngeri kalau ada di jalan ramai. Pak Tubagus juga ramah dan menjawab dengan baik ketika saya menanyakan soal gojek padanyaa. 

Untuk pembayaran, saya tidak mengeluarkan uang SEPESERPUN! Kok bisa? Iya, karena saya memaskkan kode yang di bagikan oleh salah seorang pengguna go-jek di blog-nya ketika ia menuliskan review. Kode tersebut jika dimasukkan oleh orang lain, maka pemberi kode akan memperoleh saldo 50.000IDR pada 'dompet go-jek' nya ketika orang lain itu melakukan booking go-jek. Kita yang memasukkan kode tersebut juga memperoleh saldo 50.000IDR loh! Maka dari itu saya gak bayar. Perjalanan dari Kebayoran Lama-Melawai menghabiskan biaya 25.000IDR yang langsung terpotong dari saldo kita. Menarik kan?

In case ada yang membutuhkan, bisa pakai kode saya niih: 542607383 lumayan banget, kalian bisa dapet saldo 50.000 dan saya juga dapet saldo sejumlah yang sama jika kalian melakukan booking :)

Saya beri 4.5 out of 5 untuk layanan dan applikasi go-jek.


Well, semoga informasinya bermanfaat. Lumayan banget bisa booking transportasi via smartphone...hemat pulsa telfon :D

Weekly Obsession

AVENGERS AGE OF ULTRON!!

Akhirnya bisa nonton sekuel kedua dari kelompok superhero paling kece ini. Selain karena cast-nya yang memang menarik, ceritanya juga menarik karena menggambarkan banyak hal tentang apa yang ada dibalik layar, seperti gimana Korea Selatan punya teknologi yang udah bisa disetarakan dengan Amerika, lalu bagaimana manusia hidup dengan upaya untuk mencapai keinginannya tapi tanpa memikirkan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, dan sebagainya. Sangat-sangat wajib untuk ditonton! Saya sendiri siap nonton untuk kedua kalinya di studio 4DX3D hehehe :p 

Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…