Skip to main content

Not His Story: Another Short (random) Trip

Selamat Lebaran bagi para pembaca yang merayakan! How's your Hari Raya? Mine was great and it's all about good food, good talk with my family (especially my cousins), and also good photo session hehehe. 

Anyway, dalam tulisan kali ini, I won't tell you about my Hari Raya. But there's something more interesting to tell and it's all about what happened to me (and my cousin a.k.a. partner in crime) today.

It all started from my personal jealousy on my boyfriend. I know it sounds stupid, tapi melihat update-an yang terus dikirim pacar yang sedang di negara lain membuat gue ingin 'kabur' berjalan-jalan sebelum harus berkutat (kembali) dengan revisi, percetakan, jurnal, dan segala perintilan untuk menyelesaikan perkuliahan. Meski sudah memiliki rencana untuk berwisata pada tahun ini, rasa gak sabar dan iri rasanya lebih menguasai hati. So, I asked my cousin to go out with me. Where to go? We decided to do a photo hunt in Kota Tua and Museum Gajah. Dua lokasi itu kami pilih berdasarkan kemudahan transportasi dan biaya (secara beberapa tempat yang cukup Instragram-able untuk foto-foto OOTD letaknya sulit diakses dengan kendaraan umum dan butuh biaya untuk 'nongkrong'). 

Alhamdulillah jalanan cukup lengang pagi tadi, berhubung masih banyak penduduk Jakarta yang terjebak kemacetan di jalur mudik atau mungkin kesiangan setelah menyaksikan laga Prancis melawan Portugal. Hanya butuh satu setengah jam dari rumah hingga Kota Tua, padahal biasanya perjalanan memakan waktu sampai tiga jam. Sesampainya di halte Trans Jakarta Kota Tua, gue cukup tercengang melihat kondisi jalur bawah tanah yang menuju wilayah wisata Kota Tua. Saat terakhir berkunjung, jalur bawah tanah itu terbilang sepi. Namun saat ini, ruang-ruang kosong itu terisi dengan sejumlah kios yang digunakan para pedagang untuk berjualan. Jujur saja, saat berjalan menuju lokasi wisata, gue agak risih dengan jalur bawah tanah yang terlalu crowded, but on the other side, gue bersyukur jalur tersebut bisa ramai karena setidaknya tidak muncul rasa takut kalau harus berjalan saat mulai gelap. 

Tidak banyak yang berubah dari kawasan wisata Kota Tua sejak kunjungan terakhir gue. Kami berdua bersyukur bahwa kawasan tersebut tidak terlalu padat, sehingga untuk mengambil gambar-pun tidak harus berdesak-desakan. Setelah berkeliling sejenak sambil mencari spot foto yang bagus, kami berdua memutuskan untuk singgah di salah satu gerai kopi di dalam Stasiun Kota sebelum melanjutkan perjalanan ke Museum Nasional. 


"Too Good to be Wasted"
Taken by me with her phone, edited by me using VSCO

"It's you! Silly!"
Taken by me with her phone, edited by me using VSCO
"The First Step"
"...stop..."
"...and stare..."


Double vision?

Di sinilah gue melakukan kesalahan: gue lupa bahwa semua museum tutup di hari Senin. Karena kesalahan itu, sesampainya di Museum Nasional, gue dan sepupu gue harus sedikit kecewa dan 'terlantar' di depan gedung museum. Setelah berbincang sejenak, kami berdua memutuskan untuk bermain ke mall di kawasan Pondok Indah (ya know which one!) dengan menggunakan bus Trans Jakarta. Menariknya, ketika sampai di mall tersebut, gue dan sepupu gue baru mengetahui bahwa di luar sedang hujan deras! Bayangkan saja kalau gue nekat berkunjung ke Monas setelah tahu bahwa Museum Nasional tutup...di jamin basah kuyup dan gak bisa pulang. Alhamdulillah, selalu ada hikmah dibalik cobaan :p

Hal menarik lainnya yang terjadi di mall tersebut adalah, kemunculan asap di north skywalk mall tersebut. Awalnya ada seorang ibu yang bilang bahwa asap tersebut muncul dari kebakaran. Rupanya bukan kebakaran, melainkan korsleting di salah satu kios. Asapnya lumayan tebal dan cukup mengganggu. Tapi tidak sampai harus mengevakuasi seluruh pengunjung hari ini.

Meski perjalanan singkat yang tergolong super random ini tidak sesuai dengan harapan, gue dan sepupu gue cukup bersyukur dengan hasil foto-foto yang diambil di wilayah Kota Tua. Well, at least I can blog about something here :p

Anyway, I just want to remind you about an upcoming event, called 'Embrace your Cuves' in this Saturday night (July 16 2016) at @America, Pacific Place Jakarta, start at 7PM to 8.30 PM. For more detail, you can check my previous post (click here). Hopefully, I can attend that event!


What I Wear:
Outer from Kirei (available at AEON Store BSD, it's actually not an outer!), T-shirt by Top Valu (available at AEON Store BSD), unbranded mid-length jeans, blue shoes by American Eagle by Payless, and backpack by Roxy

Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…