Skip to main content

Not His Story: Graduated!

I still remember this 'motivational' sentences: "Lulus lah pada waktu yang tepat, bukan tepat waktu. Karena tepat waktu  bisa jadi bukan waktu yang tepat untuk lulus". and then, i add another senctence: "tapi tidak ada salahnya mencoba untuk tepat waktu, siapa tahu memang itu waktu yang tepat".

Kalimat-kalimat itu adalah pegangan gue selama mengerjakan skripsi di enam bulan pertama tahun 2016, terutama ketika merasa bosan dalam pengerjaannya. Gak berasa, tanggal 26 Agustus 2016 kemarin, akhirinya gue lulus di waktu yang tepat dan kebetulan tepat waktu juga. Empat tahun menjadi mahasiswa antropologi banyak banget suka, duka, dan pelajaran berharga yang gue yakin gak akan gue pelajari kalau empat tahun yang lalu gue gak 'nekat' mengundurkan diri setelah belajar di salah satu perguruan tinggi swasta selama satu setengah semester. Alhamdulillah, tali toga sudah di pindahkan ke sebelah kanan dan ada gelar S.Sos di belakang nama gue. Terharu :")

Officially Fikriana Kusuma A.,S.Sos


Anyway, dalam postingan kali ini, gue cuman mau berbagi euforia minggu lalu yang masih terasa hingga detik ini.


Dimulai dari tanggal 25 Agustus 2016, Wisuda Lokal Antropologi Sosial dan gladiresik, or  "foto bersama" adalah highlight dari hari itu. Di hari kamis yang cukup terik itu, gue pagi-pagi sudah nongkrong di salon langganan, Ancha & Adi, di bilangan Cinere. Dengan bantuan mas Adi, wajah gue diberi warna yang berbeda dan rambut gue juga dibentuk berbeda. Sebagai orang yang jarang make-up, gue masih ingat perasaan nggak nyaman ketika harus menggunakan make-up dalam waktu lama. But not this time! Make-up nya long lasting dan gak biki terganggu sama rasa 'cakey' yang suka muncul kalau pakai make-up. Berhubung gue anaknya agak gak bisa diem dan hobi makan, gue meminta mas Adi untuk mengganti lipstick yang tadinya mau ia gunakan dengan lipstick andalan gue, Color Pop Lippie Stix in the 'Lumiere' shade. Tujuannya biar gue bisa dengan mudah touch-up sehabis makan dan minum atau kalau-kalau lupa lagi pakai lipstick hahahah :p. Kemudian, seakan-akan menjadi cerminan dari kehidupan perkuliahan gue selama empat tahun, gue datang ke kampus terlalu pagi. Acara wisuda lokal sebagai acara pertama di hari itu baru dimulai pukul 12 siang, dan gue sudah menginjakkan kaki di kampus pukul 10 pagi. While waiting for 12 o'clock, I went to Starbucks dengan full make up, kebaya berwarna biru, dengan wide-leg pants ditambah sepatu boots kesayangan. Okem kan?! Sekitar setengah 12, beberapa teman yang akan di wisuda bersama-sama rupanya telah datang ke lokasi acara pertama. Tanpa buang waktu, gue dan nyokab langsung menuju FISIP, tempat Wisuda Lokal berlangsung. Salah satu hal yang cukup berkesan di acara tersebut adalah ketika para mahasiswa baru memberikan persembahan lagu dan kemudian memberikan setangkai mawar bagi para (calon) wisudawan. That's so sweeet! Istilahnya, kenal aja enggak tapi mereka memberikan bunga gitu...thank you so much guys!

Make up by: Adi from Ancha & Adi Salon, Cinere
Lipstick: Color Pop Lippie Stix 'Lumiere'
Necklace & Earing: Lovisa, Singapore
Graduates with Mas Ezra
  
Wisuda Lokal Antroplogi Sosial 2016

Setelah acara selesai, para (calon) wisudawan diarak menggunakan tiga angkot yang disewa oleh panitia menuju lokasi gladiresik wisuda. Untungnya gue menggunakan wide-leg pants, jadi naik angkot gak ribet-ribet amat :p. Sesampainya di Balairung, tempat gladi resik, I just found out that rehearsal is actually just a photo session with the dean and the rector. Karena FISIP gilirannya masih agak belakangan, gue dan sejumlah teman-teman lainnya memutuskan untuk foto-foto di kawasan Rotunda, gak jauh dari balairung, sebagai kenang-kenangan sekaligus jaga-jaga kalau keesokan harinya gak kedapatan tempat untuk foto di depan gedung rektorat. Gue baru bisa pulang sekitar jam setengah enam dengan hati senang dan kaki yang terlalu lelah karena menggunakan wedges instead of my chelsea boots...so stupid :"


Di tanggal 26 Agustus, gue juga mengunjungi salon yang sama di pagi hari untuk dirias. Hal yang berbeda dari riasan kali ini adalah, bulu mata palsu gue lebih tebal dan lebih panjang...alhasil, nabrak sama kacamata hehehe but that's not a big problem. Oh ya, instead of wearing kebaya, gue menggunakan dress berwarna lilac dan sepatu boots untuk wisuda. Alasannya adalah karena gue mengutamakan kenyamanan dan memang sepanjang acara wisuda, gue gak ngapa-ngapain selain menikmati acara saja. Lagipula, kostum utamanya kan baju toga bukan? Acara wisuda di mulai pukul 2 siang dan berakhir sekitar setengah 5 sore. Selesai acara, gue langsung menemui junior gue yang dulu menjadi mentee gue saat ospek jurusan. Mereka membawakan gue bunga loh! They're so cute!!! Kita juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama sebelum mereka pulang. Selain ketemu para mentee, gue juga bertemu sama sahabat-sahabat SMA plus my boyfriend! Seneng banget setelah beberapa kali jadi orang yang datengin wisuda, sekarang jadi orang yang didatengin wisudanya (you know what I mean, right?). Dito, as my boyfriend, gave me such a beautiful bouquet! Di dalam buket bunga itu, ada dua boneka Captain America, my favorite comic character. Of course it made me soooo happy!! Sempet ketemu sama teman-teman kuliah juga meskipun gak lama, and of course, my Parents!


The Captain America Bouquet
High-school baes!


Well, I am officially graduated and unemployed! Lulus kuliah bukan akhir dari perjuangan, tetapi sebuah langkah baru untuk perjuangan lainnya: mendapatkan pekerjaan yang bisa jadi jalan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu dari empat tahun perkuliahan.

Vivat academia! Vivat professores! Vivat membrum quodlibet! Vivat membra quaelibet!

Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…