Skip to main content

Being a Plus-Size Woman: The Love Life Issue

Whoaaa it's been a while since my last post in this section.

Sudah lama sebenarnya gue mau membahas topik cinta-cintaan di bagian ini, tapi yaaa maju mundur terus karena gue pribadi merasa I am not the right person to talk about love life for some reasons. Tapi setelah ditimbang-timbang, gak ada salahnya mencoba, right?

So, here we go

Berdasarkan pengamatan gue, wanita bertubuh besar di Indonesia umumnya percaya bahwa para pria kurang tertarik dengan wanita yang berisi ini. Rata-rata cowok-cowok di Indonesia lebih tertarik dengan wanita bertubuh langsing, berambut panjang, dan berkulit putih. Tentunya, bagi yang tidak memiliki salah satu ciri-ciri tersebut langsung di nilai kurang menarik oleh para pria. Yaaaa gak semua pria seperti itu sih, tapi umumnya cowok-cowok yang kita taksir punya  cewek idaman dengan ciri-ciri fisik tersebut kan? Ada yang benar-benar rela diet gila-gilaan untuk bisa memenuhi karakteristik fisik cewek yang diidamkan sang gebetan, ada juga yang akhirnya makin insecure dengan dirinya and end up hating their own body. 

Kalau gue lagi iseng-iseng stalking instagramnya Intan Kemala Sari (@kemalasari on instagram, please apologize my addiction to stalk your superb inspiring account ya :p) atau mbak Ririe Bogar, ada sejumlah plus-size women yang 'curhat' lewat bagian comment dari foto-foto Intan dan mbak Ririe seputar love life. Most of them think that a plus-size woman doesn't deserve love from a man. 

Jujur saja, saat gue baca komentar-komentar seperti itu gue cukup sedih. Terkesan bahwa wanita bertubuh besar tuh hina banget sampai-sampai gak bisa memperoleh cinta. Padahal, banyak banget wanita bertubuh besar di luar sana yang menemukan cintanya kok, menemukan 'the one'. Means what? Ya ukuran tubuh bukanlah halangan to feel the love from others.

Gue pribadi sempat merasakan hal yang serupa ketika masih duduk di bangku sekolah. Gue merasa bahwa gue cukup invisible bagi para pria yang gue suka. Sampai sekarang, gak sedikit cowok-cowok yang bilang ke gue, "Na, coba deh lo kurusan, gue mau sama lo". Tentunya, kalimat itu juga beberapa kali membuat gue insecure dan berfikir bahwa ukuran tubuh does matter in the way to get love. Tapi, gue bisa menemukan sosok pria yang sayang sama gue for the last 7.5 years tanpa begitu memperhatikan ukuran tubuh (yaa meskipun dia kerap kali minta gue untuk bisa punya badan seperti masa-masa SMA, padahal kalau diingat-ingat, ukuran badan gue saat itu juga terbilang besar :p).

Ada beberapa hal yang menurut gue cukup menarik untuk diperhatikan oleh para plus-size women yang suka insecure with their body and their love life
  1. Kalau memang benar wanita bertubuh langsing adalah incaran para pria, kenapa masih ada aja wanita yang masuk kategori langsing yang masih jomblo? Dan kalau memang benar wanita bertubuh besar kurang menarik bagi pria, kenapa banyak juga wanita bertubuh besar yang punya pacar atau bahkan suami?
  2. Gebetan kamu gak melirik kamu? Are you really sure it's because of your body size? Atau mungkin dia gak melirik kamu karena kamu terlalu overthink atau terlalu insecure dengan tubuh kamu sehingga aura positif kurang terpancar ke sang gebetan?
  3. last one, pernah gak kepikiran kalau para pria juga sebenarnya insecure dengan bentuk dan ukuran tubuhnya yang kerap gak masuk kriteria para cewek yang di taksir oleh mereka?
Kita bahas satu-satu.

Poin pertama, coba deh buat list berapa banyak wanita bertubuh besar yang kamu tahu yang punya pasangan dalam hidupnya? Kalau jawaban kamu 'sama sekali gak ada', mungkin kamu kurang gaul hehe :p. Gue bisa memberikan sejumlah contoh wanita plus-size yang punya pasangan, alias gak jomblo, they are Ashley Graham (Married with Justin Ervin since 2010), Tess Holiday (engaged with Nick Holiday and already have one cute baby), Aditira Hanim alias @Tiraemon (date her senior, Reza for quite long time), Irene Tanudibroto alias @reneetan_ (in relationship for eight years!), mbak Ririe Bogar (married), dan ada banyak nama lagi dari kehidupan gue yang menunjukkan bahwa love knows no size!
Tess and Nick Holliday
Ashley Graham and Justin Ervin

Poin kedua, ini yang menurut gue poin yang cukup penting untuk diperhatikan sih. Terkadang, bukan size kita yang jadi penghalang antara diri kita dengan sang gebetan. Tapi rasa insecure kita akan tubuh kita sendiri yang sadar ataupun gak kita sadari bisa 'dilihat' dan 'dirasakan' oleh orang lain. Kalau kalian sering membaca tulisan gue di blog ini, pasti udah bosan gue ingatkan bahwa rasa percaya diri kita yang bersumber dari loving ourselves first akan memancarkan aura nyaman , gak hanya buat kita tapi untuk orang lain di sekitar kita. Cowok juga risih kalau harus mendengar keluhan seorang cewek soal tubuhnya. Percaya lah bahwa masih banyak pria diluar sana yang tidak berfikir dangkal dalam mencari wanita idalamannya. 

Hal penting yang menurut gue harus dipahami juga bahwa berawal dari mencintai diri sendiri, akan timbul rasa nyaman yang bisa membantu kita lebih PD untuk berinteraksi dengan orang lain. Nah, kalau sudah PD dalam berkomunikasi dengan banyak orang, kita bisa menambah koneksi dan siapa tahu bisa ketemu the man that you've been looking for.

What I called 'The Body Acceptance Cycle'


Poin ketiga juga gak kalah menarik sih. Berdasarkan pengalaman gue, setiap cewek pasti punya kriteria pria idaman juga kan? Maybe this is the right time for you to adjust your own beauty standard toward men. Gue tidak bilang untuk menurunkan standard pria idaman loh ya atau bahkan terima aja siapapun yang mau sama diri kalian, tapi lebih kepada menyesuaikan. Dari pada mengutamakan penampilan fisik, coba lihat pada kualitas si pria tersebut or his inner beauty. Who knows, pria yang selama ini ada di sekitar kamu tapi gak masuk kriteria pacar ideal buat kamu itu adalah yang terbaik.

To end this post, let me help you summarize the points that you should remember when you feel insecure about your love life as a plus-size woman:
  • TRUE LOVE KNOWS NO SIZE! There's a lot of plus-size women out there that already found their true love and nothing related with their body size.
  • To be loved by others, you should love yourself first! Body acceptance is superb important to help you radiate the positive vibes to others.
  • Adjusting your beauty standard may help you find the man that you've been looking for. 

Hopefully, this post will help you realize that true love knows no size dan tetap bersemangat menemukan the right man for your life!

Anyway, if you have any questions or just want to share your thought about any issue related with 'being a plus-size woman', feel free to contact me through e-mail or social media :)






Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…