Monday, October 10, 2016

Not His Story: How to be A Good and Powerful Blogger

Menjadi blogger ataupun vlogger saat ini sepertinya sudah cukup sah untuk disebut sebagai suatu profesi dan cukup membanggakan untuk diletakkan di resume/cv kita. Secara finansial, menjadi seorang blogger dan vlogger juga cukup menjanjikan, mulai dari mendapat 'gaji' dari konten yang kita unggah ke YouTube atau Blogspot/Wordpress sampai endorsement dari sejumlah brand maupun online shop. Menjadi seorang blogger atau vlogger sebenarnya mudah; cukup membuat akun, dan mengisi akun tersebut. But being a good and powerful ones, isn't that easy.

Kurang lebih poin itu yang gue pelajari saat menghadiri empat talkshow dan satu workshop sebagai rangkaian dari acara Female Daily Network Blogger Workshop yang diselenggarakan hari Sabtu, 8 Oktober 2016 di Upper Room, Jakarta. I was superb lucky to get the invitation for free! No..not because i'm a famous blogger (yet :p), but because I won their Instagram quiz. Awalnya memang sudah ada niat untuk ikut acara ini, tapi berhubung gak ada teman buat datang ke sana, I decided to reconsider it. Rupanya, masa-masa pertimbangan itu membawa gue ke sebuah kesempatan untuk datang secara cuma-cuma berkat mengikuti quiz, rezeki gak kemana :D


Anyway, as I mentioned earlier, ada empat talk-show dan satu workshop yang bisa kita pilih dalam acara ini. Empat talk-show itu diisi oleh sejumlah good and powerful bloggers dengan tema yang beragam, mulai dari membahas fenomena blog, youtube, create your own brand, sampai menggunakan microblog. Ada juga workshop untuk membuat konten blog yang menarik, fotografi, menulis review, dan mengenal and be aware with the trends on the internet. Sayangnya untuk workshop, setiap peserta hanya bisa memilih satu saja. Gue sendiri memilih workshop bersama Google Indonesia tentang memahami trend untuk meningkatkan viewers/readers dari social media yang kita gunakan. Overall, apa yang gue dapatkan dari seminar dan workshop (kalau mengikuti gaya bicaranya Suhay Salim)  sangat sangat sangat bermanfaat!

Mbak Affi Asegaf
Nah, sebelum talkshow ataupun workshop dimulai, mbak Affi Asegaf selaku co-founder dari Female Daily Network, sekaligus host dari program Skincare 101 on FDN's youtube channel, memberikan speech sebagai pembuka acara. Nah, ada statement dari mbak Affi yang ngena banget buat gue pribadi dan rasanya penting untuk bisa dijawab oleh the next good and powerful blogger/vlogger,
"What message that we want to share through blogging?"
Gue belajar dari acara ini bahwa menjadi a good and powerful blogger/vlogger gak hanya buat konten dan upload, tapi juga 'menyelipkan' pesan-pesan tertentu yang menjadi suatu bentuk kontribusi sederhana untuk perubahan. Sadar ataupun tidak, kita pasti mendapatkan pesan-pesan tersirat dari blog yang kita baca ataupun video youtube yang kita saksikan. Ketika kita memperoleh pesan-pesan tersebut, artinya blogger/vlogger telah berhasil dan menjadi good and powerful blogger.



Setelah pembukaan oleh mbak Affi Asegaf, masuklah ke talk-show pertama dengan judul "The Power Blogger". Pembicara di sesi pertama ini adalah Harumi Sudrajat dari My Tips Cantik dan Cindy Karmoko dari Hippie Gone Mad. To be honest, when I heard those names, powerful bloggers ini gak begitu familiar bagi gue. Tetapi pas dilihat secara langsung, I just realized that I watched one of Harumi's video on youtube about applying liquid lipstick and right now, I do what she always do to make her lips look great with that kind of lip product. Dalam sesi tersebut, both Harumi and Cindy taught us to explore more and analyze every step we take while blogging. Dengan cara-cara tersebut, blog kita bisa tetap update dan menarik untuk dibaca. Dan tentunya, dapat menginspirasi lewat sejumlah pesan yang kita selipkan di setiap post. Selain itu, menjadi diri sendiri adalah salah satu kunci untuk bisa menjadi blogger yang baik, karena memang pada dasarnya media sosial itu adalah platform yang mengutamakan kejujuran. Bayangin aja kalau kita mereview produk tapi gak jujur dengan hasil yang kita peroleh, bisa jadi orang lain yang akan merasakan kekecewaan ketika memutuskan menggunakan produk yang sama. Tentunya hal itu bisa berdampak pada kredibilitas kita sebagai seorang blogger kan?

Satu hal lagi yang gue pelajari dari Harumi dan Cindy adalah the popularity that they have now, takes time to achieve it. Bersabar bisa dibilang adalah sifat yang wajib dimiliki oleh para blogger, karena pesan kita butuh waktu untuk bisa dipahami oleh para pembaca. Percayalah kalau proses tidak akan menghianati hasil.



Langsung setelah sesi talkshow pertama selesai, sesi bersama para youtubers dimulai. Di sesi dengan judul "The Rise of Youtubers", Jovi Adhiguna, Cheryl Raissa, dan Suhay Salim (my favorite beauty youtubers ever!) menjadi pembicaranya dan mbak Affi Asegaf sebagai moderator. To be honest, this was my favorite talkshow on that day! Selain pembicaranya yang memang punya nama di dunia per-Youtube-an Indonesia, flow talk-shownya sendiri menyenangkan. Rasanya waktu yang diberikan terlalu cepat berlalu. Sebagai blogger yang mau mencoba ranah youtube, sesi ini memberi banyak informasi-informasi penting yang bakal berguna. Misalnya saja, selama ini gue menilai untuk menjadi seorang youtubers, butuh modal besar to buy the camera, the light, and other equipment. Tapi ternyata, Cheryl Raissa, sebelum sebesar sekarang, menggunakan sumber daya seadanya dalam membuat video, such as her own phone dan kardus-kardus sebagai tripod yang bisa menahan posisi kamera saat merekam. Yang penting dalam menjadi vlogger adalah menunjukkan your true personality, karena kalau diperhatikan, sekarang orang-orang membuka video youtube untuk mencari inspirasi dari orang-orang yang memiliki kesamaan dengan mereka. It actually happens to me. Gue suka banget sama Suhay Salim karena dirinya baru terjun ke dunia rias merias pada usia 20an, just like me! Begitu juga dengan kegemaran gue menyaksikan make up tutorial dari Sarah Ayu  yang dilandasi keserupaan jenis kulit; we both have oily face. Dengan menjadi diri mereka sendiri, baik Suhay maupun Sarah, memperoleh atensi dari para viewers yang memiliki keserupaan dalam berbagai hal. Hal penting lainnya adalah konsisten dengan konten yang kita sampaikan dan jangan pernah berhenti belajar dari kegagalan. Menganalisa tiap unggahan itu penting untuk mengetahui apa yang audience suka ataupun tidak. 

Satu tips yang akan gue selalu ingat berasal dari vlogger Jovi Adhiguna: note your ideas. "Gue itu diem-diem mikir. Jadi ketika gue megang hp, bukan berarti gue main tapi gue mencatat ide-ide yang muncul dikepala gue. Jadi ketika gue mau buat video, gue punya pilihan tema", Jovi said. Sepertinya setelah ini, my book of idea(s) bakalan gue bawa kemana-mana :p



Sesi ketiga dilanjutkan setelah istirahat sholat dan makan siang (it was delicious!). Di sesi dengan judul "From Blogging to Making Millions by Building Your Own Brand" yang diisi oleh Diana Rikasari dan Elle Yamada ini bisa dibilang cukup menarik, mengingat menjadi blogger/vlogger bisa menjadi pekerjaan yang cukup menjanjikan, terutama kalau kita mau memanfaatkan popularitas kita untuk membuat bisnis. Ada satu poin dalam talkshow tersebut yang gue rasa penting untuk dipahami jika kita ingin menjadi a good and powerful blogger/vlogger: jumlah followers tidak menentukan kualitas followers yang kita miliki. Seringkali kita melihat kesuksesan para blogger/vlogger dari jumlah followers yang mereka miliki. Namun, dalam mengembangkan suatu bisnis, yang dibutuhkan adalah influencer yang memiliki kualitas followers yang baik. Followers yang banyak bisa berarti dua hal, either they're just curious about you or because they're loyal with you. Hal ini, menurut gue, penting untuk dipahami sama para pebisnis yang memanfaatkan influencer untuk endorsement agar bisnisnya lebih maksimal. 



The last talkshow was 'Microblogging & Building Your Online Presence' by Astrid Satwika and Rahne Putri. I have to say, Astrid Satwika was soooo pretty on that talkshow. Serupa dengan apa yang di sampaikan oleh Harumi dan Cindy pada talk-show pertama, kejujuran dalam menggunakan media sosial itu penting. Gak hanya itu, dalam berbagi informasi, penting untuk menguasai suatu informasi. Jangan sampai ketika blogging, kita bicara tentang suatu hal yang pada dasarnya kita gak paham karena dapat memunculkan kesan tidak jujur kepada para audience. Apalagi, microblog seperti Twitter dan Instagram kan memang lebih 'live' ketimbang Youtube ataupun Blog, jadi menjadi jujur, menjadi 'real' itu sangatlah penting untuk bisa dipercaya oleh para audience.

Dengan selesainya talkshow ke-empat bersama Astrid dan Rahne, artinya harus bersiap untuk memasuki ruangan workshop masing-masing. Ada satu hal yang sebenarnya agak mengganggu kenyamanan gue ketika mengikuti acara ini. Jadi, ruangan yang digunakan untuk workshop bersama Google Indonesia adalah ruangan yang sama untuk tempat istirahat para guest alias VIP Room ketika sesi talk-show. Ketika talkshow selesai, ruangan workshop yang akan gue masuki ini belum rapi sama sekali. Ketika peserta workshop lain sudah dapat memasuki ruangan, peserta workshop with Google Indonesia ini masih harus menunggu di luar ruangan untuk beberapa waktu. Saat menunggu, I didn't spot any officer from Female Daily Network yang bisa memberikan penjelasan di dekat ruangan ketika ruangan baru mau dirapikan oleh tim dari Upper Room. Kondisi ini menurut gue kurang membuat gue nyaman karena clue-less aja gitu. Tapi kemudian beberapa waktu kemudian, ada seorang officer dari Female Daily Network yang menyampaikan untuk menunggu sebentar. 



Rasa kurang nyaman itu langsung terobati dengan materi workshop yang super duper informatif! Gak salah memilih workshop deh! Awalnya gue lebih  tertarik untuk mengikuti workshop photography, tapi begitu lihat workshop dengan pembicara dari Google Indonesia, I was like 'kapan lagi belajar dari dewa-nya internet?'. Dalam workshop ini, ada empat poin penting yang disampaikan oleh mbak Putri Silalahi as Head of Products Communications Google Indonesia:
  • Being Real is IN!: Nah ini poin penting yang berkali-kali muncul dari mulut para narasumber di acara blogger workshop kemarin. Alasannya, as I mentioned before, pengguna media sosial itu mencari role-model yang memiliki keserupaan dengan diri mereka sendiri. Hal ini kemudian menjadi alasan kenapa banyak Youtubers yang lebih dipilih untuk jadi panutan ketimbang artis-artis hollywood. So, be yourself is a real deal!
  • Mess with the format: be unique to make sure that the first five second of your post or video will make the audience stay. 
  • Use the free tech: Google sudah dengan baik hati menyediakan sejumlah tools untuk meningkatkan performa para blogger dan vlogger secara cuma-cuma. I think we all agree that following the trend is important to engage with audience, right? Nah, untuk mengetahui trend di dunia maya, you can try Google Trends. Dengan menggunakan keyword yang sedang trending di Google untuk judul blog/video atau hashtag, diyakini kamu akan dapat atensi dari audience. Selain Google Trends, bagi para pebisnis, you can definitely try Google Bisnisku!
  • It's ok to fail: Belajar dari pengalaman itu penting dan jangan takut untuk mendaur-ulang karya yang awalnya dinilai gagal.
Jam telah menunjukkan pukul lima sore, yang artinya rangkaian Female Daily Network Blogger Workshop telah selesai. Gue sangat sangat sangat bersyukur bisa ikut serta dalam talkshow dan workshop ini karena memang banyak informasi yang gue peroleh. Hopefully, one day, this blog will inspire others, especially those who has body image issue (since it's my main purpose to write here), through my articles.

I guess that's all my story about the event. Selamat membaca dan mengaplikasikan apa yang gue peroleh dari Female Daily Network Blogger Workshop! 


What I Wore: Denim Shirt bought at Tanah Abang | Jegging by Dauki | Navy Blue Chelsea Boots by Zalora | Pin by Typo and Pinfolks_Id