Skip to main content

Not His Story: My First Step to A New Beginning of Life

Thursday, June 23, 2016 is my latest favorite day simply because on that day, I finally passed the thesis defense! I can't say another word but Alhamdulillah. 

Execution-day Squad!

Kalau diingat-ingat, upaya gue untuk bisa menyelesaikan skripsi secara resmi di mulai pada bulan Februari 2016. Di bulan itu gue mulai rutin ketemu dosen pembimbing, Mas Ezra M. Choesin, untuk menyusun research design yang nantinya akan jadi guidance gue saat turun lapangan yang sudah gue rencanakan akan terlaksana di bulan Maret. Semangat gue sampai pertengahan bulan Maret bisa dibilang masing menggebu-gebu, terutama karena berkesempatan untuk ketemu tiga sosok wanita muda inspiratif, Aditira, Renee, dan Annissa, dan berbagi cerita seputar pengalaman mereka sebagai sosok plus-size fashion enthusiasts yang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan diri mereka plus untuk menyampaikan pesan-pesan positif buat para followersnya. Ketiga wanita tersebut selama ini hanya bisa gue jadikan inspirasi berdasarkan postingan di media sosial mereka aja. Tapi, berkat skripsi ini, gue bisa kenal mereka dan tahu lebih banyak tentang mereka sekaligus belajar banyak dari mereka. Akhir bulan Maret, semangat gue perlahan-lahan redup. Ketemu dosen pembimbing semakin males, dan progressnya kurang memuaskan. Kalau gue gak pernah merencanakan untuk bimbingan bareng salah satu teman seperbimbingan gue, Novytya, mungkin tanggal 23 Juni itu gak ada makna apapun saat ini. Sejak bimbingan skripsi bareng Novytya, gue jadi semakin semangat dan termotivasi melihat progress skripsinya dia. Akhir bulan April-Mei gue seperti kesetanan, hampir tiap minggu bimbingan dan Alhamdulillah selalu bikin dosen pembimbing gue 'ngutang' ngecek progress gue. Selama masa-masa itu, gue cuman bisa pasrah sambil minta izin ke nyokab dan bokap in case gue harus menambah satu semester lagi untuk menyelesaikan perkuliahan. Do'a kedua orang tua gue rasanya punya peran cukup besar dalam terlaksananya goal gue untuk lulus empat tahun setelah merasa pesimis dan pasrah. Akhirnya, tanggal 2 Juni, skripsi gue disetujui oleh dosen pembimbing gue dan tanggal 3 Juni, tepat saat jatuh tempo pengumpulan skripsi, gue bisa mengumpulkan usaha gue selama 3 bulan itu ke departemen untuk disidangkan. 

Meet my role models: Annissa Mawinda, Irene Tanudibroto, and Aditira H.

Meet, Aditira a.k.a. Tiraemon on insta!


Menanti keluarnya tanggal sidang juga cukup membuat gue deg-deg an, karena mayoritas anak-anak bimbingan Mas Ezra belum punya tanggal sidang setelah kurang lebih seminggu setelah deadline pengumpulan skripsi. Gue sendiri baru dapat tanggal sidang itu seminggu sebelumnya, dan semakin deg-degan sampai hari H. Sakit perut rasanya sudah gak terhitung lagi berapa kali terjadi. Ketakutan tidak bisa menjelaskan dengan baik sampai takut gak lulus selalu muncul setiap malam dan menyebabkan agak sulit tidur. Sehari sebelum sidang-pun, the butterflies on my stomach won't go away! 

Setelah kurang lebih satu minggu ikutan maraton sidang dari teman-teman seangkatan, hari sidang skripsi gue akhirnya datang dan seperti kebiasaan empat tahun terakhir, gue datang kepagian. Belum ada teman untuk berkeluh kesah membuat gue akhirnya memutuskan untuk duduk di depan gedung departemen sambil mendengarkan lagu-lagu favorite supaya gak deg-degan dan fokus dengan tujuan gue di hari itu: Mempresentasikan skripsi gue. Alhamdulillah, sidang skripsi berjalan lancar, gue bisa mempresentasikan hasil penelitian dengan cukup baik, dan tanggapan dari dewan sidang-pun membuat hati tenang. Dan yang paling penting, gue dinyatakan LULUS! Alhamdulillah.
Yay! Done!


Skripsi gue ini sendiri adalah hasil penelitian gue terhadap praktik bermedia, especially social media, yang dilakukan oleh para plus-size fashion enthusiasts. Praktik itu berkaitan dengan upaya mengekspresikan makna dan pengalaman hidup mereka. Yaa secara garis besar, di penelitian gue itu mau melihat bagaimana para plus-size women menggunakan media sosial untuk mempromosikan plus-size fashion dan ide-ide seputar self-love dan body positive kepada para followers mereka. Gue sangat menikmati mengerjakan penelitian ini karena pada dasarnya, di skripsi ini gue mengangkat dua hal yang gue sukai: media sosial dan plus-size fashion. 

Lewat pengerjaan skripsi ini, gue jadi belajar untuk semakin menghargai diri sendiri dan orang lain karena pada dasarnya kita gak tau pengalaman mereka yang menjadi landasan mereka untuk menjalani kehidupan. Begitu kita tau dari proses interpretasi cerita maupun berbagai bentuk ekspresi mereka, kita punya pemahaman sendiri dan lebih bisa mengapresiasi orang lain berdasarkan pengalamannya itu sendiri. Gue juga belajar banyak dalam proses penyelesaian skripsi ini dan hal-hal tersebut gak akan gue lupakan. 

Lulus sidang skripsi baru tahap pertama untuk memasuki fase hidup yang baru. Gelar S.Sos di belakang nama baru akan resmi gue miliki setelah menyelesaikan revisi dan di wisuda tentunya. So, masih panjang perjalanan dan perjuangan yang harus dilakukan untuk memasuki 'kehidupan baru'. Semoga saja makin banyak ilmu yang gue peroleh selama perjalanan itu. 


Gue mau berterima kasih pada banyak pihak, mulai dari kedua orang tua yang selalu support dan mendo'akan gue, lalu ada pacar yang juga memotivasi gue dan mendukung gue, sahabat-sahabat dari SMA maupun teman-teman di dunia perkuliahan yang banyak mengajari gue tentang hidup, dosen pembimbing dan penguji, dan yang gak kalah penting adalah para plus-size women (terutama Tira, Renee, dan Annissa yang bersedia jadi narasumber di skripsi gue) yang ada di mana pun. Berkat mereka, gue belajar banyak untuk menghargai diri sendiri dan juga belajar bahwa ukuran tubuh bukanlah penghalang to do something.

Penggembira di hari eksekusi <3
Ibu satu ini rela cuti untuk mengantarkan gue ke kampus demi sidang skripsi :*


As a plus-size women, you can express yourself through fashion (and social media) so anyone can be inspired by you.  You can't be defined by your size. And the last, remember to always love yourself and celebrate who you are! 

Finally, (getting closer to) Fikriana Kusuma Andini, S.Sos.

Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…