Skip to main content

Being a Plus-Size Women: Surround yourself with Positive Vibes

quote from Quotesgram.com


When I was in  high school, memiliki tubuh yang langsing selalu ada di resolusi gue tiap tahun. Untuk bisa memberikan tanda check di resolusi itu, gue melakukan berbagai hal, salah satunya adalah melakukan diet tanpa pengawasan yang baik. I stopped eating rice, as my form of diet, at night when I was 13 or 14 years old. Tapi, sebelum merasakan hasil yang gue inginkan, gue malah harus menemui dokter karena merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut. Di saat itu lah gue tau bahwa lambung gue ada pada kondisi yang kurang baik dan langsung aja dong gue berhenti melakukan segala macam diet sampai detik ini daripada harus merasakan that kind of pain. 

Merasa insecure karena punya tubuh besar adalah salah satu bentuk 'penderitaan' yang harus gue tanggung karena gak mampu mendapatkan tubuh yang 'ideal' lewat diet makanan yang gue lakukan di masa itu. Pengaruh lingkungan sekitar dan peran media membuat gue merasa bahwa gue kurang cantik karena ukuran tubuh gue yang besar ini. Ada pemikiran bahwa 'ah udah pasti lah gue bakal jomblo terus' karena yaaa tubuh gue gak masuk dalam kriteria 'cewek idaman' para cowok yang gue suka di masa itu.

Meet my dearest besties, Dhyta

Rasa kekhawatiran 'tidak merasa cantik' mulai berkurang (atau mungkin lebih tepatnya teralihkan) ketika gue duduk di bangku SMA. Gue sangat bersyukur di masa SMA, yang konon katanya rasa insecure tentang tubuh lagi heboh-hebohnya, gue dikelilingi oleh orang-orang dengan aura positif. Salah satunya adalah sahabat gue, Dhyta. She's also a plus-size lady, tapi dia adalah bukti nyata bahwa ukuran tubuh gak menghalangi diri kita untuk do something great. Selama masa SMA, dia aktif di organisasi dan rajin banget ikut lomba debat dan pidato, yang tentunya membutuhkan rasa PD untuk bisa tampil di hadapan publik. Dia adalah salah satu role-model gue when it comes to confidence issue. 

Keberadaan media sosial, Instagram to be specific, juga banyak membantu gue untuk lebih PD meskipun punya tubuh yang cukup besar (tinggi 162 cm dengan berat badan 85 kg!). Dengan mengikuti akun-akun yang menebarkan pesan-pesan positif seputar body image issue, gue merasa terbantu untuk terhindar dari rasa insecure about my body. Selain itu, I also try to connect with fellow plus-size women in Indonesia (and also another country) supaya bisa terus termotivasi untuk hidup dengan positive vibes. 

Setelah melakukan refleksi, gue paham bahwa untuk terhindar dari rasa khawatir tentang body image, penting untuk bisa mengalihkan pikiran-pikiran negatif yang dapat mengganggu produktifitas kita. Ada loh orang yang karena punya tubuh besar jadi semakin malas atau tidak produktif karena merasa gak PD untuk do something. Kalau kita terus menerus dipengaruhi oleh negative vibes, upaya untuk mencintai diri sendiri dalam rangka menjauhkan diri dari insecurity bakal sulit tercapai. That's why you need to surround yourself with positive vibes. You can get the positive vibes from people around you, or from social media (just like what I do). 

Untuk me-maintain aura positif tersebut, gue percaya bahwa kita gak hanya sebatas menerima pengaruh positif saja tapi juga memberikannya kepada orang-orang di sekitar kita. Ada banyak cara untuk memberikan aura positif. Gue pribadi memilih untuk menggunakan hobi gue: writing articles on my blog and post some #OOTD photos on my Instagram. 

Alhamdulillah, ada  tanggapan yang positif dari beberapa orang; mulai dari keluarga, teman-teman di kampus, bahkan orang-orang yang gue tidak kenal dalam keseharian gue. In fact, dengan berinteraksi dengan fellow plus-size women di media sosial, gue malah dapat sejumlah teman baru yang bisa diajak sharing tentang body image, saling berbagi rekomendasi tentang tempat belanja pakaian berukuran besar, bahkan sampai ngobrolin soal cowok! 

Meet my fellow plus-size buddy, Monica
Salah satu plus-size women yang gue kenal dari upaya gue berbagi positive vibes adalah Monica. Awalnya gue menemukan Instagramnya dari hasil eksplorasi hashtag yang plus-size related. Setelah ngobrol-ngobrol via comment di Instagram, gue baru inget bahwa dia pernah blogwalking dan menuliskan komentar di blog gue! Dari situ kita keep in touch via Line and we decided to meet sambil ikutan feature writing workshop di acara Gogirl! Pop Up Class (will give you the review soon!). Senang rasanya bisa mendapatkan teman baru dengan ketertarikan yang serupa lewat berbagi positive vibes di media sosial. 

Sepenggal cerita dari gue ini semoga bisa memberikan gambaran bagaimana orang-orang di sekitar kita itu punya pengaruh terhadap diri kita dalam berbagai aspek, salah satunya adalah tentang body image. To live with less insecurity about our body, kelilingi hidup kita dengan orang-orang dan hal-hal yang positif agar kita bisa terus belajar untuk mencintai diri sendiri. In the end, kita bisa menjadi individu yang lebih produktif tanpa harus selalu khawatir (dan bahkan dibatasi) oleh kondisi tubuh kita. 

Semoga bisa membantu kalian yang merasa insecure tentang tubuh kalian! Remember, you're worth it no matter what size you are!

Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…