Wednesday, May 3, 2017

Not His Story: Powerful Women, Unite!

".....when we grow up, we may think that we're the only person with the problem we face and no one can help us but ours. But the truth is, to find the answer on our problem, we have to meet other people and seek for solution from their experience..."

Statement di atas adalah rangkuman yang gue buat dari apa yang telah disampaikan oleh Sophia Amoruso, the woman behind Nasty Gal and the 'Girl Boss' book, pada saat acara Resonation hari Sabtu yang lalu (29/4). Sebagai salah satu pembicara yang cukup dinanti-nanti dalam acara Resonation 2017, Sophia Amaruso banyak berbagi pengalaman hidupnya. Tidak hanya sebatas membahas pengalamannya dalam mendirikan salah satu perusahaan retail yang cukup ternama di Amerika, Nasty Gal, tetapi juga pengalamannya dalam mencari 'The Right Guy'. Satu pesan yang cukup melekat diingatan gue terkait dengan love life adalah, 'find someone that going to be 'on' because of your ambition...if he's going to be, then he's the one'. 



Kisah dan pesan-pesan menarik dari pengalaman hidup seorang Sophia Amoruso tentunya tidak pernah akan gue peroleh kalau gue tidak datang ke Resonation 2017, a women empowerment conference, yang berlangsung di The Kasablanka hari Sabtu, 29 April 2017 yang lalu. Dengan mengusung tema What's Stopping You, Resonation yang digagas (salah satunya) oleh Nina Moran, one of the fearless sisters behind my favorite magazine, GoGirl!, menjadi ajang bertemunya para perempuan untuk bisa saling berbagi pengalaman, berbagi cerita, dan saling mendukung untuk mewujudkan wanita-wanita Indonesia yang berdaya. Acara yang dimulai pukul 8 pagi hingga pukul setengah 6 sore itu terdiri dari sejumlah kegiatan, mulai dari acara hiburan, talk show dengan sejumlah inspiring women (and men!), hingga sharing session yang menjadi kegiatan favorit gue.




Selain Sophia Amoruso, ada banyak sekali inspiring people yang menjadi pembicara di Resonation (check the picture above). Tidak hanya menghadirkan pembicara yang super inspiring, tapi di acara ini ada banyak fasilitator yang gak kalah menarik di sesi sharing (which is my favorite session). I was very lucky to have mbak Hanifa Ambadar, the powerful woman behind Female Daily Network, as my mentor during the sharing session. I must say that having her as my mentor was the highlight of the day.

Sophia Amoruso benar, when we meet other people and hear their story, kita bisa menemukan jawaban dari berbagai permasalahan yang kita hadapi and finally able to say that 'I am not alone!'. Lewat Resonation, I realized that a lot of people have similar problem with me, even seorang Sophia Amoruso dan Clair Deevy yang sudah menjadi 'someone', pernah menghadapi masalah atau kekhawatiran yang gue hadapi saat ini, which is on identity, talent/skill, and career.

Seorang Sophia Amoruso tidak langsung mengetahui bahwa dirinya adalah sosok yang bisa se-sukses saat ini. Dirinya juga sempat memasuki masa dimana dia merasa lost...not feel as good as others, as talented as people around her, not knowing what she good at. Permasalahan-permasalahan semacam itu akhirnya bisa terpecahkan setelah dirinya mengeksplor dunia lebih jauh, bertemu dengan orang-orang baru, dan merefleksikan kembali hidupnya. Then, she found out that she's not good at only one thing (just like others), but she's good at a lot of things, which was really helpful to build her own empire called Nasty Gal. She also found out her strength & weaknesses through that journey.

Me, Clair Deevy, and Tika (we actually follow each other on Instagram and accidentally met on the event!)

Bagi yang pernah merasa 'salah jurusan' atau merasa bahwa jurusan yang diambil tidak sejalan dengan our career path, you don't have to be worried. Seorang Clair Deevy yang kini menjadi Head of Economic Growth Initiative di Facebook juga tidak memilih jurusan kuliah yang sejalan dengan pekerjaannya saat ini. If i'm not mistaken, saat berkuliah dulu dirinya mengambil jurusan environment management yang jika difikir-fikir  agak sedikit keluar jalur dengan apa yang ia kerjakan saat ini. But then, by trying this and that, explore the world out there, meet new people, she founds out who she is and what she want to do in her life. That's why, with Facebook, she initiate #SheMeansBusiness, sebuah gerakan untuk para perempuan agar dapat berdaya lewat bisnis yang mereka ciptakan sendiri.

Dalam sesi sharing yang di fasilitasi oleh mbak Hanifa Ambadar, gue juga banyak mendapatkan cerita-cerita yang serupa dengan apa yang dibagikan oleh Sophia Amoruso maupun Clair Deevy dalam konteks identity and career dari teman-teman satu kelompok. Masalah merasa jurusan saat SMA dan kuliah 'agak gak nyambung' dengan pekerjaan atau merasa pekerjaan saat ini belum bisa bring the sparks for our life gue peroleh dari mereka. I realized one thing: kalau gue tidak mengikuti Resonation hari itu...i won't get some insights that will be helpful for my future.
Group 34 with Hanifa Ambadar! (and yes, I was in the same group with Githa Moran!!)

Dari sesi talkshow dan sharing gue semakin yakin dengan what's actually stopping me. It is my self, my thought on myself, my self-doubt on what I'm good at, what I want for my life. And by interacting with some inspiring & powerful women, I learned that I need to explore more, meet more people, and make mistakes to get the answer for my my problem. Mungkin bagi beberapa orang, apa yang gue pelajari dari Resonation kemarin adalah hal yang very common...you can google it right away. Tapi mendengar langsung dari seseorang yang mengalami, melihat ekspresi mereka ketika menceritakan pengalaman-pengalaman tersebut memberikan vibe yang totally different dari apa yang bisa kita temukan lewat mesin pencari dan dengan bertemu langsung, gue bisa memperoleh jawaban yang sifatnya lebih pasti.....lebih meyakinkan.

Kalau gue merasa my self is the answer on what's stopping me, mungkin tidak dengan yang lain. Ada saja sejumlah peserta yang merasa bahwa menjadi perempuan adalah what's stopping them from success, mengingat memang di Indonesia, perempuan memiliki tuntutan peran tertentu yang kerap kali menjauhkan mereka dari their own success. Sosok pria (atau mungkin lebih tepatnya stereotype tentang perempuan yang diyakini oleh mereka) juga sering menjadi alasan on what's stopping them. Di acara Resonation, tidak hanya para wanita yang berbagi kisah dan menginspirasi para peserta, tapi dihadirkan juga sejumlah pria, yang support women empowerment, ke atas panggung talkshow. Apa yang disampaikan mereka gak kalah inspiring dari apa yang telah dibagikan oleh para powerful women before. It's good to have different perspective about women empowerment and knowing that there're some men out there that will support women to be success.

Banyak sekali insight yang gue peroleh lewat Resonation 2017, tidak hanya useful insight for my self development, but also for the cause that I support, which is Body Positivity. Sebelumnya gue belum benar-benar menyadari bahwa the cause that I support for the last two years is actually lead to women empowerment. But now, i know (and want to dig deeper) about how body positivity could increase the productivity and lead to empowerment.

Hopefully I can be as inspiring as Nina Moran.

I would like to thank Nina Moran for creating this event. Thank you for made a mistake that inspire you to create such a great & inspiring conference. Hopefully, your great cause will contribute for change in the future & i can take part on it.

Definetely looking forward for a chance like this in the future, so I can learn more, implement it to myself, and share to others!

Accidentally spot Lizzie Parra, superb talented MUA and a women behind BLP Liquid Lipstick

Met Ucita Pohan for second time and still....inspiring

PS:
After Resonation 2017, I realized another thing: Empowering women won't be success if we don't educate the men on this issue. So I made a promise to myself that I'm going to take my boyfriend to the conference next year, so he could get another perspective on empowerment. Because as the men said during the conference, man and woman are different, but compliment each other....so it's important to let them know our perspective so we can support each other.