Skip to main content

Hear Me Roar: Singapore Trip 2014 pt 01

note: To avoid any misspelled that could cause any kind of misunderstanding by the reader, I am using Bahasa Indonesia instead. Well, actually, I just get lazy to think :p

January, 16th 2013


I am sure that y'all know what I'm going to talk about in this post. Yes, it's about SINGAPORE. Akhirnya setelah beberapa kali berencana untuk liburan, kunjungan ke Singapore selama 4 hari 3 malam selesai sudah dan tentunya tidak ada penyesalan, kecuali penyesalan untuk kembali ke tanah air. Sebagai seseorang yang sangat menikmati keteraturan, saya tentu tidak ingin berpisah dengan negri singa yang berjarak 1 jam 50 menit dari ibukota Indonesia dengan pesawat itu. Overall, saya sangat sangat menikmati perjalanan saya selama disana dan tidak sabar untuk kembali menabung agar bisa kembali kesana dan mengunjungi beberapa tempat.
Time to go!

Perjalanan ini sudah direncanakan sejak tiga bulan sebelumnya dan penuh dengan perjuangan tentunya, mengingat sebelum melakukan perjalanan, saya harus menghadapi ujian akhir semester yang cukup membuat gila di penghujung tahun 2013. Sebelum melakukan perjalanan, tentunya ada beberapa hal yang WAJIB untuk dilakukan setelah berhasil mengumpulkan uang. Pemesanan tiket dan hotel menjadi dua poin utama. Untuk tiket pesawat, saya dan keluarga mempercayakan perjalanan pada maskapai Air Asia yang kebetulan sedang ada promo ketika saya melakukan pemesanan. Awalnya, ibu saya berencana untuk melakukan pemesanan online, namun karena kesibukan dan tenggat waktu yang diberikan oleh Air Asia untuk melakukan pembayaran, maka pemesanan tiket pesawat ibu saya batal dengan otomatis. Akhirnya kami mengunjungi tempat pembelian tiket Air Asia yang ada di dalam Carrefour Lebak Bulus. Total biaya yang harus dikeluarkan untuk tiga orang pulang pergi kurang lebih 3,7 juta rupiah (sudah termasuk bagasi untuk perjalanan Singapore-Jakarta dan airport tax Changi). Harga tersebut cukup masuk akal karena dalam perjalanan saya ke Singapore di awal tahun 2012, untuk bertiga, biaya pesawat juga ada pada kisaran tersebut. Kemudian, untuk pemesanan hotel dilakukan secara online. Ada banyak website yang memberikan layanan booking kamar hotel seperti Agoda.com dan Booking.com. Saya sendiri menganjurkan untuk melakukan pemesanan via Booking.com karena harganya lebih murah dibandingkan pemesanan via Agoda.com. Ada baiknya juga untuk melakukan pemesanan langsung pada website hotel. Kedua website untuk booking hotel tersebut sangat membantu untuk memilih tempat tinggal sementara di berbagai belahan dunia. Dan untuk kedua kalinya, saya dan orang tua memutuskan untuk tinggal di Arianna Hotel yang berlokasi di 83 Syed Alwi Road. Posisi hotel tersebut strategis, tepat di depan pintu 5 Mustafa Center dan dekat dengan pintu F dari Ferrer Park MRT Station. Untuk biaya yg dikeluarkan sekitar 4 juta rupiah (4D3N). Terdapat free wi-fi di hotel ini meskipun tidak diberikan sarapan. Cocok untuk yang butuh hotel hanya untuk istirahat ;)

Keberangkatan dari Jakarta ke Singapore agak terlambat sektar 30 menit. Harusnya pesawat membawa saya dan keluarga ke Singapore pada pukul 11.20 WIB namun baru lepas landas sekitar jam 12 siang dan akhirnya menginjakkan kaki di Singapore pada pukul setengah 3 sore waktu Singapore (pukul 1.30 WIB). Setelah mengurus dokumen di pos imigrasi, kami langsung menuju terminal 2 dengan sky train untuk sampai di stasiun MRT. Tidak perlu takut tersesat, karena papan penunjuk arah dapat dengan mudah dipahami dan tentunya, dilihat ;). Untuk para pendatang yang akan menggunakan fasilitas MRT atau bus yang ada di Singapore selama kunjungan, lebih baik sudah memiliki kartu EZ-LINK. Biaya kartu baru itu kalau tidak salah sekitar 12 SGD (tourist), dengan deposit 5 SGD dan isi kartu 7 SGD. Kalau mau aman, pengguna kartu baru ada baiknya top-up kartu EZ-LINKNYA sebesar 5-10SGD. Berdasarkan perjalanan saya dan keluarga selama 4 hari kemarin, 15 SGD di kartu sudah aman kok :). Kalau gak mau rugi, bisa pinjam kartu EZ-LINK teman yang pernah ke Singapore, lalu tinggal di top up saja di counter. Dari Changi Airport menuju tempat-tempat lain di Singapore, harus tukar kereta dulu di Tanah Merah. Kalau dari bandara menuju hotel Arianna, setelah berhenti di Tanah Merah, bisa berhenti di stasiun City Hall dan pindah ke line berwarna Merah (North South Line) dan berhenti di stasiun Dhobby Ghaut dan pindah ke jalur ungu (North East Line) untuk kemudian berhenti di stasiun Ferrer Park. 
Pink Owl Shirt + Blue Jegging + Sneakers for Day 01

Saya sampai di hotel sekitar pukul 4.30 sore. Sayangnya, ketika masuk ke kamar hotel, kami mendapatkan kamar yang tidak memiliki jendela dan terasa cukup sempit. Tidak butuh waktu lama untuk kami menghubungi petugas hotel dan menanyakan apakah ada family room yang kosong dan ada jendelanya. Alhamdulillah, petugas tersebut mengusahakan untuk esok hari kami bisa pindah. Yaaa sementara dapat kamar tanpa jendela sudah cukup. Setelah istirahat sekitar 1 jam, kami memutuskan untuk makan malam di Makan Sutra, letaknya di samping Esplanade Mall. Saya sangat menyukai pemandangan di kawasan Esplanade. Jika keluar di Esplanade Theater, kita bisa menemukan sebuah aula yang terbuka dengan pandangan ke Marina Bay Sands dan Merlion, si ikon Singapura. Belum lagi gedung-gedung yang indah menjadi penghibur dan tentunya pengingat bahwa saya sudah tidak di Indonesia. Udara yang tentunya lebih bersih dibandingkan dengan Jakarta menjadi alasan saya menikmati perjalanan ini. Sebelum makan malam, saya dan kedua orang tua saya berjalan dari kawasan Esplanade Theater menuju Merlion Park. Mungkin ada jarak sekitar 1 KM untuk menuju ke sana dengan jalan kaki. Jangan khawatir, pemandangan sekitar menjadi obat lelah kok. Belum lagi banyak pria-pria bule yang olah raga atau bahkan yang sedang berjalan kaki setelah bekerja...mata jadi bersih tentunya ;). Jangan pernah lupa membawa kamera atau memastikan kamera handphone ready...kenapa? karena pemandangannya sangat sayang jika tidak diabadikan. Foto pertama dalam postingan ini, saya ambil di wilayah Merlion Park. Paling bagus kalau datang di waktu malam karena lampu-lampu di wilayah tersebut menjadi daya tarik. Ketika saya mengunjungi kawasan itu, sedang ada pembangunan jembatan dari Esplanade Theater menuju Merlion Park untuk pedestrian. Wisata di kawasan ini menjadi lebih menyenangkan karena tidak ada biaya yang dipungut untuk masuk wilayah tersebut.
View from the bridge

Puas mengabadikan banyak foto, kami langsung menuju Makan Sutra, sebuah hawker yang ada di samping Esplanade Mall. Harga makanannya bervariasi, mulai dari 5 SGD - 60 SGD. Makanan yang harganya mahal itu biasanya ukurannya juga luar biasa loh, bisa dimakan bersama-sama :) Harga minuman juga tergolong terjangkau, dari 1-6 SGD. Pastikan makanan yang dipesan halal, apa lagi untuk yang beragama Islam, karena ada beberapa tempat yang memang tidak menjual makanan halal. Kalau tidak salah, dua stand di samping stand minuman menjual makanan yang halal. Penjaga stand-nya juga bisa berbahasa Indonesia/Melayu, jadi gak perlu takut bicara ya ;). 

Lime Juice + Kuey Tiaw 
Sekitar pukul 10 kami kembali ke hotel dan langsung tertidur dan bersiap untuk perjalanan esok hari dengan hi-lite: SHOPPING!!! 
Selfie time!


to be continued


Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…