Skip to main content

Hear Me Roar: Singapore Trip 2014 pt 02

January, 17th 2014

Too bad I can't celebrate my boyfriend's birthday at that time. So, early in the morning, i sent him a message on iMessage and read the respond at the night (I couldn't rely on my phone's internet connection). Terkait dengan penggunaan internet di Singapura, ada baiknya (bagi yang suka surfing through internet) untuk mempersiapkan hal ini sebelum berangkat. Karena saya pengguna Telkomsel, maka saya sempatkan untuk mencari informasi terkait dengan penggunaan data internet di Singapore. Untuk paket internet selama 1 hari di Singapore, bisa menggunakan paket yang harganya 100.000IDR dan bagi yang butuh 3 hari paket internet harus menghabiskan biaya sebesar 300.000IDR. Pastikan internet roaming sudah diaktifkan dengan mengirim sms ke 6616 dengan menulis IR. Kalau tidak mengaktifkan data internet, artinya nomor kamu hanya bisa digunakan untuk sms dan telfon saja. Biaya untuk satu kali sms itu sekitar 5000IDR dan untuk telfon 20.000IDR/menit. Mahal kan? Kalau tidak dengan paket internet tapi tetap mengaktifkan data, bisa-bisa pulsanya tersedot habis. Saya mengalami 'penyedotan' pulsa tersebut di hari pertama. Harusnya ada wi-fi di hotel, entah kenapa tidak bisa berfungsi dan memaksa saya untuk men-google beberapa hal dengan koneksi seadanya. Alhasil, 80.000 sisa pulsa saya lenyap dan menyisakan 50 rupiah di tabungan pulsa. Untung saja ayah saya masih memiliki saldo yang cukup banyak sehingga saya bisa minta pulsanya hehehe. Lalu, di malam kedua, kejadian yang sama terulang kembali. Pulsa 10.000 yang tersisa lenyap begitu saja padahal saya tidak menggunakan internet sama sekali. Bagi yang masih tetap ingin berinternetan, ada baiknya untuk membeli nomor Singapore seperti SingTel, StarHub, atau M1. Ketika membeli nomor Singapore, biasanya kita diminta menunjukkan pasport untuk pendaftaran nomor. Salah seorang teman yang ternyata juga sedang berada di Singaapore yang menyarankan saya untuk mengganti nomor Singapore selama berkunjung kesana, tapi saya keukeuh dan menyesal hingga saat ini. Well, the good side was it made me stay away from gadget for day and back to the habit at night using wi-fi hohoho :p


Setelah bersiap-siap, saya dan orang tua langsung menuju tempat makan favorit di dekat hotel, nama restaurant-nya adalah C.M.K. 2000. Makanannya bermacam-macam dan tempat ini juga banyak ditemukan turis-turis mancanegara, termasuk Indonesia. Harganya cukup terjangkau, pada hari pertama kami menghabiskan sekitar 20 SGD untuk 4 jenis makanan dan 3 minuman. Favorite saya adalah cheese prata with chicken curry. Minumnya? teh tawar sudah cukup membuat kenyang ;).

Puas makan-makanan yang selama ini di idam-idamkan, kami melanjutkan perjalanan ke Orchard Road. Perjalanan dari tempat makan menuju gate F Ferrer Park Station dihiasi dengan festival THAIPUSAM. Festival tersebut rupanya hanya dilakukan setahun sekali oleh masyarakat Hindu di sekitar kawasan Little India. Perayaan ini dilaksanakan sebagai bentuk perayaan bahwa dewa mereka berhasil mengalahkan dewa yang jahat dan dengan perayaan tersebut, masyarakat Hindu akan terlindungi. Yang membuat saya terpukau adalah terdapat beberapa orang yang harus membawa sebuah barang yang terbuat dari besi dan terkesan menusuk mereka. Jujur, saya tidak menyangka dapat melihat perayaan seperti ini, karena jumlah masyarakat Hindu seperti yang ada di Little India tidak terlalu banyak di Jakarta.




Saya sudah berencana untuk mengunjungi beberapa toko untuk kemudian menunggu ayah saya sholat Jum'at di Al-Falah Mosque. Masjid ini letaknya cukup mudah ditemukan, ada di samping Mal Paragon. Tempatnya bersih dan bagus. Bagi yang laki-laki, dari pada bosan menemani kaum hawa berbelanja di berbagai mall yang tersebar di wilayah Orchard, bisa beribadah di tempat ini sambil berdoa supaya uangnya tidak dihabiskan hohoho. Berikut ini map untuk mempermudah wisatawan menuju masjid tersebut (FYI, di sepanjang Orchard Road ada peta kawasan kok. Ga perlu takut nyasar ya;) )



OOTD: Printed top by New Look, Red Short, Hat by ROXY, Shoes by Airwalk, and the jacket by BTRIndonesia


Salah satu toko yang saya incar adalah TYPO, toko yang merupakan bagian dari COTTON ON Australia tersebut menjual banyak sekali stationary. Sebagai penggila pernak pernik yang bermanfaat itu, toko ini tidak boleh saya lewatkan. Ketika masuk ke toko, saya hanya bisa terdiam dan menjadi bingung apa yang harus saya beli, alasannya? barang-barang unik, bermanfaat, dan lucu-lucu! Belum lagi banyak sekali penawaran yang diberikan, seperti untuk 3 spinout notebook hanya perlu membayar 10 SGD, harga aslinya sendiri tiap buku bisa mencapai 6 SGD. Kalau memang sedang butuh buku, penawaran tersebut sangat menarik. Saya yang tadinya berniat untuk memfoto beberapa sudut menarik disana, jadi lupa karena terpana dengan isi toko itu. 

Lil piece of TYPO
Akhirnya saya membeli 5 buah map, 1 pocket planner, dan post-it. Ibu saya pun tak ketinggalan untuk ikut berbelanja di toko ini. Setelah itu, kami mengunjungi 'saudara' dari TYPO yang menjual berbagai alas kaki dan aksesoris bernama RUBI. Dua tahun yang lalu, saya sempat membeli sepatu seharga 20 SGD (dengan kurs 2012, sekitar 140.000). Saya jatuh cinta pada bentuk dan harganya, sayangnya karena saya gunakan untuk naik bus Trans Jakarta pada jam-jam padat, maka sepatu itu-pun rusak :(. Di toko tersebut, saya membeli sepatu yang terbuat dari plastik atau sering dikenal dengan rubber shoes. Kebetulan, sedang ada promo untuk jenis sepatu tersebut, 20 SGD untuk 2 pasang sepatu. Warnanya ada bermacam-macam, saya membeli sepasang sepatu berwarna pink transparant dan satunya lagi adalah titipan teman kantor ibu saya. Kemudian, setelah berbelanja, kami menuju masjid Al-Falah untuk menanyakan jam Sholat Jum'at. Di Singapore, sholat Jum'at dilaksanakan pada pukul 1.15. Tetapi, ga ada salahnya untuk datang lebih awal agar mendapat tempat yang enak. Khotbahnya diberikan dalam bahasa Inggris kok, ga perlu takut tidak paham dengan isi khotbahnya. 

Perfecto!

Selama menunggu ayah saya selesai sholat, saya dan ibu memutuskan untuk mengunjungi SEPHORA, sebuah department store untuk berbagai jenis peralatan make-up. Dari beberapa blog yang saya baca sebelum pergi ke Singapore, saya tertarik untuk membeli sabun seharga 2 SGD. Bentuknya yang lucu gagal menahan saya untuk tidak berbelanja di tempat ini. Lalu, ibu saya yang juga menginginkan sepatu dari Rubi seperti yang saya beli, dengan warna biru kehijauan (turq). Agar tidak rugi, sepasang sepatu lainnya yang dibeli bersamaan dengan milik ibu saya dijadikan kado untuk sepupu saya yang memang berulang tahun. 

Bagi yang ingin datang ke wilayah Orchard, jangan lupa untuk menyantap es krim roti paling terkenal disini. Biasanya ada banyak penjual eskrim roti, namun yang saya datangi adalah pedagang pertama yang muncul di hari itu. Harga eskrimnya hanya 1 SGD! (9000IDR). Pilihan rasanya ada banyak, saya membeli rasa raspberry, ibu saya memilih mint, dan yang jadi favorite dan jadi kesukaan ayah saya...durian! Selain roti, kita juga bisa minta untuk menggunakan wafer loh! Tidak ada perbedaan harga antara roti dan wafer...semua tetap 1 SGD.

The Uncle
Dari Orchard Road, perjalanan belanja kami berlanjut ke daerah Bugis. Saya pertama kali mengunjungi wilayah yang sering dicap sebagai surga belanja. Harganya yang murah membuat siapapun senang ke Bugis. Namun, karena saya terlalu excited dan terlalu banyak berjalan-jalan, saya jadi lelah sendiri. Akhirnya di Bugis pun tidak terlalu banyak tempat yang saya explore. Hasil belanja saya di Bugis antara lain oleh-oleh khas Singapore (keychains 24 for 10 SGD  & bags 4 for 10 SGD), coklat dengan harga rata-rata 3 for 10 SGD (Maltesers, KitKat, Mars, etc), dan yang jadi unggulan saya di bugis...iPhone case...3 for 10 SGD! Di Jakarta, harga jelly case dan bumper case bisa mencapai 60.000IDR/pcs. Saya gembira bisa mendapatkan 1 case dengan harga sekitar 30.000IDR/pcs dengan warna yang saya suka, belum lagi memang itu yang saya cari. 
The Famous Bugis Street

Selesai berbelanja di Bugis, saya kembali ke hotel dan beristirahat. Malam harinya kami makan malam di C.M.K. 2000 lagi...dan saya sangat menikmati hidangan Nasi Briyani :) Saya sudah tidak sabar untuk mengunjungi USS keesokan harinya.

Well, berikut ini barang-barang hasil hunting di hari kedua saya di Singapore...And I'm still looking for another opportunity to come back and do more shopping!

The calculators belong to my mom and the Bracelets are for charity with Cotton On. 2 SGD each for bracelet.
to be continued

Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…