Skip to main content

Not His Story: Thnks fr th Mmrs!

Class of 2012!

Squad Goals

Setelah empat tahun menjadi bagian dari Social Anthropology UI class of 2012, tonight is my very first time to join a breakfasting event with my dearest pals. For the last three years, i can't join the similar event for many reasons, mulai dari karena isu kampanye ricuh sampai karena alasan sederhana seperti 'have no money'. Tahun ini, secara sengaja gue datang ke acara buka puasa bersama mengingat adanya kemungkinan bahwa tahun ini adalah tahun terakhir gue sebagai mahasiswa, sebelum memasuki dunia kerja yang tentunya akan semakin sulit untuk menyempatkan waktu bertemu teman-teman seperjuangan. Alasan lainnya, sebagai bendahara angkatan, gue merasa sudah terlalu lama menyimpan uang iuran tiap minggu yang dipercayakan kepada gue dan acara buka puasa bersama ini jadi sarana yang tepat untuk menyudahi tugas gue itu. FYI, tahun-tahun sebelumnya, tidak banyak teman-teman seangkatan yang bisa hadir dalam acara buka puasa bersama (including me), dan bisa dibilang, malam ini sebagian besar bisa datang berpartisipasi, jadi gue rasa keputusan gue untuk ikutan acara ini adalah tepat. 

A sentimental night.

Frase itu sepertinya tepat untuk mendeskripsikan kebersamaan tiga puluh enam mahasiswa (out of 46) dan satu calon sarjana (yang hanya tinggal menunggu wisuda) malam tadi. Mungkin gue merasa 'tersentuh' karena ada satu sesi acara yang spesial. Sebenarnya sesi itu sangat sederhana, menuliskan kesan pesan pada secarik kertas yang dimiliki oleh masing-masing dari kami. Setiap sekian menit, kertas itu harus terus diputar dan dituliskan oleh siapapun yang memegang kertas tersebut, sampai akhirnya kertas tadi sampai ke tangan pemilik aslinya. Lewat kertas tersebut, gue jadi tahu kesan tentang gue yang melekat pada mereka semua. Ada sekitar tiga puluh lima kesan dan pesan yang gue peroleh, I don't think I want to write each of them here, but overall they wish me good luck for my thesis defense, and think that all of my notes for the last 7 semesters are helpful, Tidak semua pesan disertai dengan nama, tapi gue sangat berterima kasih atas do'a mereka untuk gue. 

Berkat mereka, gue bisa menjalani segala bentuk tantangan yang harus gue hadapi, salah satunya ketiga memasuki masa ospek jurusan, yang kalau throwback ke lima tahun yang lalu, menjadi salah satu sumber insecurity gue. Dari mereka, gue belajar begitu banyak hal berharga yang gue rasa gak akan gue peroleh di tempat lain.

#Throwback to 2012.
Part of Social Anthropology class of 2012 with our 'kiddos', S.A. class of 2015

Thank you so much, my dearest troops! Terima kasih untuk segala ilmu yang kalian ajarkan ke gue, terima kasih untuk berbagai canda tawa yang kalian torehkan dalam hidup gue, terima kasih atas semuanya! Gue selalu berdo'a untuk kesuksesan kalian semua, berharap kita semua diberikan yang terbaik oleh Tuhan dalam setiap langkah yang kita ambil. Good luck and see you on the top of the world!


Popular posts from this blog

Being Plus-Size Woman: in Indonesia

Apa sih sebenarnya Plus-Size? Bertubuh besar? or else?
Berhubung di dalam blog ini gak bisa terlepaskan dari istilah 'plus-size', rasanya penting banget buat terlebih dulu tahu apa yang dimaksud dengan plus-size, atau secara lebih spesifik 'plus-size clothing'. 
Gue masih ingat kalau zaman sd (early 2000), dan bahkan sampai saat ini, wanita dengan ukuran tubuh yang lebih dari normal (not skinny, but average body size) sering disebut gendut. Gak sedikit yang menganggap kata tersebut cukup menyakitkan, bahkan buat mereka yang badannya gak tergolong gendut. Oh ya, gendut disini bisa gue kategorikan sebagai orang-orang yang menggunakan pakaian dengan size XL keatas loh ya...atau size 12 and above kalau ngikutin standart baju-baju  dari Amerika Serikat. Bagi mereka yang masih bisa pake baju ukuran L kebawah, don't you dare to call your self a fat girl! Buat mempermudah, bisa dilihat di chart yang ada dibawah:

Istilah plus-size kemudian gue gunakan untuk memperhalus apa …

Not His Story: From The Heart of Japan

Ohayou!
Maafkan minimnya komitmen saya dalam membagi cerita di halaman blog ini. Percaya-lah, semakin mendekati UAS, semakin saya malas untuk menulis di sini...karena terlalu banyak makalah yang harus dibuat demi menyelesaikan kuliah 4 tahun! 
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir di bulan Mei..yang artinya besok sudah masuk ke tengah tahun 2015 yang baik ini. Juni selalu jadi bulan favorite gue untuk beragam hal, salah satunya adalah liburan panjang. Meskipun tahun ini, liburan panjang akan diisi dengan mempersiapkan proposal untuk Pelatihan Etnografi ke Desa Aweh, Rangkas Bitung, Banten. Well, setidaknya ada kegiatan yang jelas di liburan nanti sambil menikmati puasa Ramadhan. Wew...sebentar lagi puasa...waktunya membayar puasa yang bolong tahun lalu!

Di akhir bulan ini, gue menghabiskan waktu di sebuah mall baru dengan konsep yang rasanya belum pernah ditemukan di Indonesia. Yap! I visited AEON MALL BSD CITY sejak grand opening-nya kemarin. Kalau diminta 3 kata untuk menggambark…

Fashion Addiction: Plus-Size Clothing Shop in Indonesia

Berkaca pada sejumlah komentar yang gue peroleh di 'Being Plus-Size Woman: in Indonesia', banyak yang memberikan saran kepada gue seputar toko-toko yang menjual pakaian untuk wanita bertubuh besar. Pada tulisan gue itu, memang gue mengungkapkan salah satu kesulitan menjadi wanita plus-size di Indonesia adalah memperoleh pakaian yang tidak hanya cukup di tubuh tapi juga tetap terlihat stylist.So, i guess it's kinda important to help fellow plus-size woman in Indonesia for that problem by give you some references where to shop. Because i do believe, plus-size woman can be fashionable! Oh ya, semua toko yang gue jadikan referensi di sini belum tentu semuanya sudah gue datangi dan berbelanja di sana ya.

(ps: kalau kamu terlalu malas untuk banya postingan ini, I made a video about it on my youtube channel, check it out!)


Gue akan membagi dua kategori dalam tulisan ini, yang pertama adalah offline shop a.k.a. toko-toko fisik yang bisa kita langsung datangi untuk mencari baju ya…