Saturday, June 17, 2017

Body Positive: When the Power of Words Meet the Power of Self-Control

"A beautiful woman has long hair"

That 'popular' view affected my life for few days after I decided to embrace my old look: short bob (kalau kata hairstylist-nya bob disconnect...funny name, huh?). It's funny how that 'popular' view could make me insecure for few days, karena sebelumnya I won't be insecure hanya karena hal seperti itu. That insecurity came after some of my closest people (one of them is my boyfriend) told me that my new haircut is too short and not suited me well. After they told me so, i felt so guilty....so disappointing at myself...meskipun seharusnya tidak perlu ada perasaan bersalah karena pada dasarnya my body is my authority, right?! Tapi that's what I feel at that time: insecure, ugly, and kinda hate myself....dan perasaan tersebut berlangsung for couple of days.

Beberapa hari kemudian, when I met my co-workers in the office, they were shocked ketika melihat penampilan baru gue...tapi, bukan kaget dalam arti yang buruk. Most of the people that I met in the office told me that I look pretty, more fresh, and younger with my new hairstyle. Tanggapan yang sangat berbeda dari apa yang gue dengar selama beberapa hari. Dalam hitungan detik setelah mendengar feedback positif tersebut, mood gue langsung saja berubah: from insecure and sad into superb happy and glad that I actually did something right. Perasaan tersebut tentunya membawa rasa percaya diri gue, yang sempat terpuruk, menuju langit ke tujuh dan in a second, that 'popular' view didnt mean anything for me at all.



Potongan pengalaman yang gue alami satu bulan silam tersebut menunjukkan kekuatan dari kata-kata yang kita sampaikan, baik secara lisan maupun lewat tulisan, terhadap orang lain. Bahkan, in some cases, kekuatan tersebut bisa dirasakan oleh diri kita sendiri sebagai pengujar. Menarik juga kalau dipikir-pikir lagi ya....now I understand why Stephen Covey, the man behind 7 Habits for Highly Effective People, menekankan penggunaan proactive language untuk menciptakan manusia-manusia yang efektif.

Sebagai manusia, tentunya kita memiliki keterbatasan untuk mengendalikan apa yang akan orang lain katakan (dan bahkan pikirkan) tentang diri kita. For example, kembali mengambil pengalaman gue soal rambut, gue tidak bisa mengendalikan perasaan dan bentuk ekspresi yang akan disampaikan pacar gue terkait dengan penampilan baru gue. Gue tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak merasa kecewa dan memberikan komentar terkait rambut gue yang memendek. Mungkin kalau gue punya super-mind-control-power, i can control his thought and his opinion. Tapi kan kenyataannya tidak demikian. But it doesnt mean that I'm powerless...i still have the power to control myself!

Yap, setiap orang memiliki kekuatan untuk mengendalikan dirinya masing-masing. Dalam menghadapi the power of words, the power of other's opinion, kita punya kekuatan to control our-self. Diri kita sendiri-lah yang bisa mengendalikan pikiran, perasaan, dan perilaku kita ketika mendengar opini yang mungkin menimbulkan perasaan insecure. Kalau ada orang yang mengejek kita 'gendut' atau 'jelek', kita yang punya kekuatan untuk menentukan apakah kata-kata tersebut tepat untuk diri kita atau tidak. Kita punya kekuatan untuk menentukan mana yang baik dan perlu kita terapkan, mana yang buruk yang perlu kita buang jauh-jauh.

Selain kekuatan untuk 'menentang baper', the power to control ourselves juga bisa mencakup mengendalikan diri ketika menyampaikan pendapat. Inget doong gimana perasaan kamu ketika diejek 'jelek' atau 'gendut' atau kata-kata bernada negatif lainnya? Posisikan diri kamu dalam kondisi tersebut once again just to remind you how it feels. Kalau merasa sedih atau kesal, bisa jadi perasaan itu juga yang muncul ketika kita menyampaikan kata-kata yang serupa. Begitu juga ketika kita mendapatkan pujian, pasti ada perasaan bangga, bahagia, dan senang kan ketika mendengar (atau membacanya)? Alangkah bahagianya orang lain ketika kita melakukan hal yang serupa kepada mereka.

As I mention earlier, kata-kata yang kita sampaikan secara lisan maupun melalui tulisan bisa mempengaruhi orang lain dan diri kita sendiri. Namun, yang menentukan seberapa besar pengaruh dari kata-kata tersebut adalah our power to control ourselves. Menurut gue pribadi, to embrace body positive vibe, for ourselves, dua kekuatan itu harus bisa dikuasai dengan sebaik-baiknya. Kita harus mulai mencoba untuk bisa mengendalikan pikiran, tanggapan, dan perilaku kita ketika mendapatkan komentar-komentar yang dirasa negatif. Try to filter every opinion that you heard or you read from somewhere....kita lebih tahu tentang diri kita sendiri, so don't let others dictate us. Kalau memang apa yang disampaikan orang lain bisa menjadikan diri kita sebagai orang yang lebih baik, gue rasa tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan pendapat tersebut. Tetapi kalau memberikan impact sebaliknya, better let it go or burn it!

Beside that, I also believe that to embrace body positive vibe, we also need to spread the same good vibes to other. Dengan mencoba memberikan feedback yang baik, menghindari kata-kata yang bernada negatif ketika menyampaikan pendapat kepada orang lain, kebahagiaan mereka bisa memberikan energi positif yang dapat mendukung upaya kita to embrace body positive vibe for ourselves and also for others.

Perlu pengalaman memang untuk bisa menguasai kekuatan-kekuatan tersebut, tapi tentunya it will be worth it! Kita gak akan pernah tau seberapa besar kekuatan kita kalau tidak pernah di coba. Gue sendiri juga masih harus mengasah kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri terhadap the power of words yang ada dalam kehidupan gue dan....mengasah kemampuan untuk mengurangi baper dan mempertahankan positive vibes in me and spread it to others supaya orang-orang di sekitar gue bisa memiliki the same spirit as mine when it comes to body issue.

Yuk bareng-bareng mulai mengasah kekuatan ini, supaya diri kita dan orang-orang di sekitar kita bisa mencintai dirinya sendiri, mendorong agar bisa lebih produktif, dan menyebarkan positive impact yang lebih besar untuk kehidupan kita.

In case you want to discuss with me, feel free to contact me!