Wanita bertubuh besar gak bisa tampil stylish? Siapa bilang?!
Kalau kalian sudah membaca tulisan gue "Recommended by Her: 9 Stylish Instagram Account for Plus-Size", pasti bisa melihat bahwa sudah banyak wanita bertubuh besar yang gak kalah stylish sama mereka yang bertubuh langsing. Tapi memang, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam hal berpakaian, wanita (dan pria) bertubuh besar kerap mengalami kesulitan, baik kesulitan untuk mengumpulkan rasa percaya diri maupun mencari ukuran pakaian yang sesuai dengan tubuh.
Sebagai wanita yang masuk dalam golongan bertubuh besar (i'm 84 KG at this moment and always wear size 16 to 18 or XXL), gue mengalami kesulitan-kesulitan tersebut. Ketika berkunjung ke toko pakaian, ada model baju yang saya suka karena sedang 'in' tapi ya masalahnya cuman satu: ketersediaan ukuran buat saya. Giliran ada pakaian yang ukurannya pas, modelnya yang terlalu tua atau biasa aja. Gak enak juga ya punya badan besar :(
Keberadaan sejumlah online store yang menjual pakaian berukuran besar dan kemunculan sejumlah plus-size fashion bloggersand instagrammers adalah anugrah serta jawaban bagi gue dalam hal berpakaian. Gue banyak mendapat inspirasi gaya berpakaian yang tetap terlihat keren meskipun digunakan oleh sosok bertubuh besar ini. Selain dari para plus-size fashion bloggers and instagrammers, gue juga cukup termotivasi untuk lebih pd lewat sejumlah akun yang mempromosikan body positive.
Gue juga memperoleh rasa PD dari feedback orang lain, baik yang dikenal in real life maupun di dunia online. Dari feedback mereka, gue seakan-akan memperoleh support dari mereka. Di sini gue sadar bahwa memang sudah kewajiban bagi para wanita untuk saling support satu sama lain. Kemunculan akun-akun body positive juga sebenarnya bentuk support yang berarti banget bagi para wanita (dan pria) yang merasa 'malu' dengan ukuran tubuhnya yang cenderung besar.
Gue bukan ahli fashion, tapi berdasarkan pengalaman gue pribadi, ada beberapa hal yang rasanya penting untuk dipahami dan diyakini para wanita bertubuh besar yang masih suka gak PD kalau berpakaian.
1. Don't be afraid to try. Karena dengan mencoba, kita jadi tau do and don't versi kita sendiri. Misalnya aja nih, dari pengalaman gue, baju dengan garis horizontal tuh gak cocok untuk badan besar seperti gue. Tapi karena gue keburu naksir sama satu baju dengan garis horizontal, gue coba aja dulu. Pas dipakai, terlihat fine-fine aja. Jadi apa yang dinilai sebagai don't bagi orang lain, belum tentu berlaku juga buat kita. 2. Utamakan rasa nyaman. Mau pakai baju apapun kalau bikin risih, pastinya ganggu juga kan? Gue pribadi mengutamakan nyaman dalam berpakaian. Nah supaya gak stuck di satu gaya berpakaian, trial dan error itu bisa bantu kita buat meningkatkan level nyaman dalam menggunakan suatu outfit. 3. Ask (and give) for feedback. Meski berpotensi bikin kita insecure, bahkan jadi gak PD, minta pendapat orang lain itu bisa bantu kita terhindar dari berpakaian yang berlebihan. Tau sendiri doong di Indonesia ada banyak banget batasan yang muncul dari nilai dan norma yang ada di Masyarakat. Butuh waktu untuk membiasakan masyarakat di sekitar kita untuk melihat sesuatu yang berbeda. Ada baiknya kita gak cuman take advice or feedback aja, tapi juga gantian memberi feedback kepada orang lain yang punya isu serupa. Kan memang sudah seharusnya para wanita saling support, right? Oh ya, pastikan penyampaiannya yang tepat yaaa jangan sampai dirasa seakan-akan men-judge orang lain. 4. Be yourself. Kita emang diciptakan dan ditakdirkan berbeda dengan orang lain. Boleh saja terinspirasi oleh gaya orang lain, tapi tetap sesuaikan dengan diri kita sendiri karena pakaian yang kita pakai itu 'meneriakkan' diri kita kepada orang lain.
In case you need some inspirations in dressing up, kalian bisa follow akun-akun yang gue rekomendasikan di postingan sebelumnya dan juga check my Pinterest board here.
Akhirnya menulis untuk section terbaru di blog ini, "Recommended by Her"!! Untuk edisi pertama, gue mau merekomendasikan sembilan akun instagram yang superb stylish dan bisa banget dijadikan sumber inspirasi buat kalian yang bertubuh besar and looking for outfit ideas. Akun-akun ini dimiliki oleh para plus-size women dari sejumlah negara dan juga ada plus-size fashion brand yang gue pribadi suka banget.
Gue rasa, nama Tira, the person behind @tiraemon on Instagram, udah gak asing lagi di dunia plus-size fashion Indonesia. Dengan jumlah followers hampir 21.000, Tira menjadi semacam angin segar buat dunia fashion Indonesia lewat foto-foto OOTD-nya yang selalu keren itu. Meski outfit yang biasa digunakan Tira didominasi warna hitam, bukan berarti dirinya enggan menyentuh warna-warna terang dan cerah yang umumnya dianggap fashion taboo buat wanita bertubuh besar loh!
Sebagai sosok wanita bertubuh besar yang stylish, Tira tentunya sudah menarik perhatian sejumlah media. Mulai dari media cetak seperti High End Teen Magazine dan Nylon Magazine, media online seperti Wolipop, sampai pernah masuk televisi bersama dengan sejumlah plus-sizewomen lainnya.
Kamu bisa menemukan gaya berpakaian santai sampai formal, dengan gaya yang sweet sampai yang edgy di Instagram milik Tira ini.
She's one of my favorite blogger from the State. Gaya berpakaiannya cenderung casual dan gampang banget untuk 'dicontek' sama wanita bertubuh besar di Indonesia. Foto-foto di akun Instagramnya pun menarik banget dan memanjakan mata para followers-nya. Kalau Tira sering menggunakan warna-warna gelap, berbeda dengan Tanesha. Dirinya sering menggunakan warna-warna pastel dan denim pada outfit-nya. Pattern outfit juga jadi salah satu andalan Tanesha. Gue pribadi sangat merekomendasikan untuk mem-follow akun ini buat kalian yang mencari inspirasi pakaian buat hangout ataupun menghadari job interview yang santai.
Selain membahas fashion and beauty, Tanesha juga sering berbagi resep masakan dan beauty DIY di blog-nya https://girlwithcurves.com/.
Sedikit break dari para blogger, gue mau merekomendasikan akun dari fashion brand favorit gue: Forever21. FYI, Forever21 memiliki line khusus wanita bertubuh besar yang diberi nama Forever21Plus. Di akun ini, sang admin gak hanya mengunggah foto-foto dari produk Forever21plus aja, tapi juga me-repost foto-foto OOTD yang menggunakan produk mereka. Alhasil, akun ini berisikan banyak banget sumber inspirasi buat berpakaian bagi wanita bertubuh besar.
Sayang banget forever 21 plus gak masuk Indonesia (meskipun waktu itu katanya pernah 'mampir' di Indonesia tapi karena pasarnya kurang, jadinya dihentikan....hufts). Padahal kalau liat websitenya, baju buat yang berukuran besar tuh bagus-bagus banget! You can play with pattern, bright color, tanpa harus takut bajunya kekecilan.
Selain gaya berpakaian, gue sering menjadikan akun ini sebagai sumber inspirasi buat pose-pose OOTD karena memang kalau punya tubuh plus-size harus tahu angle mana yang pas hehehe.
Setelah jeda dari para blogger, gue kembali merekomendasikan salah seorang blogger asal Amerika bernama Victoria Monitzer. Sebelum menjelajahi blog-nya yang super simpel dan effortlessly stylish, gue mengikuti Instagramnya terlebih dahulu. What I love about her instagram feed is the way she manage it. Foto-foto yang di-upload benar-benar menarik perhatian, gak hanya pada outfit yang ia gunakan, tapi juga dengan background foto-nya yang selalu keren dan bikin pengen terbang ke Amerika, hehe :p
She could make any outfit look cool! Dan menurut gue, gaya dia berpakaian masih cocok kalau dipakai orang Indonesia in many occasion. She mentions that she's a curve queen on her instagram profile, and you know what, she is!
She shows us that you can't go wrong with black and you can definitely play with it. Annissa Mawinda, sosok dibalik akun @anisacrament dan blog anisacrament.com, adalah wanita bertubuh besar dari Indonesia pertama yang menginspirasi gue (after my mom of course). I still remember seeing her name on Gogirl! Magazine years ago and google her to learn about confidence from her. Meski gaya berpakaiannya bukan preferensi pribadi gue, tapi setiap blog post yang ia unggah tuh menarik banget dan juga menginspirasi gue untuk menjadi sosok yang lebih percaya diri.
Annissa gak takut bermain dengan warna-warna cerah, berbagai jenis bahan pakaian, dan pattern di pakaiannya, meski belakangan ini lebih didominasi warna-warna gelap. What I like about her style is that she never stop doing fashion experiment. Biarpun sering bereksperimen, gaya berpakaian Annissa tetap punya ciri khas.
You should follow her Instagram and her blog to get inspired by her style and her story.
source: instagram.com/anisacrament
source: instagram.com/anisacrament
source: instagram.com/anisacrament
source: instagram.com/anisacrament
@kemalasariby Intan Kemala Sari [ Indonesia ]
Nah, kalau ini gue sangat merekomendasikan bagi para plus-size women yang berhijab untuk mem-follow akun instagramnya. Intan Kemala Sari, seorang vlogger dan writer adalah pemilik akun @kemalasari yang dapat kamu jadikan inspirasi, terutama kalau kamu berhijab. Gaya pakaiannya simple dan dia gak takut menggunakan warna putih atau pastel yang selama ini identik sebagai fashion taboo buat wanita bertubuh besar. Tentunya, gaya berpakaian Intan bisa banget dicontek buat kegiatan sehari-hari, such asworking, hangout, and even on formal party. Another thing that I like about her account is that she loves to share her mind on the caption. Gak jarang apa yang ia tuliskan di bagian caption dapat dijadikan refleksi diri untuk menjadi lebih PD dengan tubuh besar.
Gue sebenernya agak lupa, gue yang mem-follow Caroline duluan atau kebalikannya, yang jelas gue gak menyesal mengikuti akun MUA, Stylist, dan Blogger satu ini. Kenapa? Foto-foto outfit-nya keren banget! Bisa dibilang ada nuansa 90an di setiap foto yang ia unggah. Untuk gaya berpakaiannya sendiri beragam ya, mulai dari yang street style sampe cowgirl style ada (maafkan istilah yang super random ini, I'm only a spectator :p).
Seperti akun instagram lainnya, gue merekomendasikan @caro_unchained ini karena memang menurut gue, gaya berpakaiannya masih possible digunakan di Indonesia yang masih agak 'risih' dengan wanita bertubuh besar yang menggunakan pakaian terlalu terbuka atau terlalu ketat.
If i have to describe her instagram account, i would say that her feed is well managed dan membuat gue teringat dengan akun instagramnya Awkarin (i do enjoy her instagram feed because the color just so....). Warna pink cukup dominan di akun instagram milik Lori ini. Foto-foto outfit of the day-nya pun senada dengan tema pink yang dia usung.
Untuk gaya berpakaiannya sendiri, mostly girly casual. Pas banget buat para plus-size yang memang pengen tetap terlihat manis di kegiatan sehari-hari. Pakaian yang biasa Lori gunakan dalam foto-foto OOTD-nya terkesan ringan dan pastinya pas buat kondisi Indonesia yang summer all day.
last but not least, akun instagram @Reneetan_ adalah akun yang wajib kamu follow. Kenapa? Selain foto-fotonya yang selalu menarik, pakaian yang digunakan Renee dalam foto-foto OOTD-nya juga super simple! Bisa banget digunakan dalam berbagai kesempatan. Renee juga sering bermain dengan warna-warna menarik pada pakaiannya. Plus-size fashion blogger ini,bersama dengan Aditira, sudah beberapa kali di re-post foto-foto OOTD-nya oleh beberapa akun fashion loh, misalnya saja OOTD Indonesia dan Lookbook Indonesia. Renee juga pernah diliput di majalah High End Teen beberapa waktu lalu.
Di blog nya xoxoreneetan.blogspot.co.id, Renee kerap berbagi tips and trick berpakaian untuk plus-size women loh! Silahkan di cek ya :)
source: instagram.com/reneetan_
source: instagram.com/reneetan_
source: instagram.com/reneetan_
source: instagram.com/reneetan_
Nah, selesai sudah rekomendasi gue untuk 9 instagram yang superb stylish buat para wanita bertubuh besar. Semoga membantu kamu yang sedang mencari inspirasi dalam mix and match baju kamu ya!
Jangan lupa juga Instagram gue di follow (@fkrnand )biar gak ketinggalan update blog gue :p
Masih ingat dong sekitar tahun 2007-2008, trend skinny jeans dengan berbagai warna sempat mewabah di masyarakat Indonesia? tentu masih terbayang juga bagaimana short pants jadi andalan sebagian besar perempuan di Indonesia dalam berpakaian sehari-hari namun tetap terlihat stylist. Kurang lebih satu tahun belakangan ini, trend yang cukup mewabah untuk melindungi bagian pinggang ke bawah adalah penggunaan celana kulot. Nama 'kulot' itu sendiri sebenarnya sudah ada dan dikenal sejak lama. Gue pribadi mengenal istilah kulot di masa SMP (2005-2008) karena salah satu seragam gue memang dipasangkan dengan celana tersebut. Menjadi menarik adalah bahwa celana ini memang dirancang untuk terlihat menyerupai rok. Tentunya bagi gue yang mau terlihat 'manis' tanpa harus menggunakan rok dan tidak membatasi gerakan gue, kulot adalah jawaban yang tepat.
Bagi yang men-follow instagram gue (@fkrnand), sering melihat gue cukup sering mengunggah foto Outfit of The Day dengan menggunakan celana kulot. Belakangan ini gue memang lebih merasa santai dan tetap merasa stylist kalau menggunakan celana tersebut. Bagaimana tidak, gue bisa terlihat menggunakan rok tapi tetap bisa bergerak se-enak jidat :p.
A photo posted by They Call Me, Nana (@fkrnand) on
Sebagai pemilik tubuh besar, i usually wear size 16 or 18, mencari kulot yang pas itu cukup tricky. Terutama kalau mencari di kios-kios atau bazaar yang sering ada di mall-mall sekitar kita, kulot yang dijual seringkali terlalu nge-pas atau bahkan kekecilan. Tapi bukan berarti gak ada sama sekali loh, yang penting rela bersabar dan yang paling penting, dicoba dulu sebelum membeli! Mungkin saat pertama kali lihat atau belum dicoba, celana kulot itu terlihat pas dengan tubuh kita. Kalau berdasarkan pengalaman gue sendiri, mencoba di kamar ganti yang seadanya itu penting dari pada saat nyoba di rumah, nyeselnya minta ampun. Trick yang mungkin bisa dicoba adalah, ketika berbelanja kulot di kios-kios atau bazaar, coba gunakan legging supaya kita bisa langsung mencoba celana kulot tanpa harus buka-buka celana kita di sana. Meski tricky, tetapi kalau bisa berhasil mendapatkan celana kulot di kios-kios atau bazaar yang ada di mall, kita bisa lebih hemat sampai 50% sendiri! Celana kulot yang gue beli di kios/bazaar range harganya adalah 130.000IDR-160.000IDR, sedangkan kalau di toko-toko ternama such as Uniqlo, New Look, H&M, dsb, harganya mulai dari 250.000IDR-500.000IDR. Begitu juga di beberapa online shop khusus pakaian besar, range harga satu celana kulot berkisar dari 250.000IDR-350.000IDR.
A photo posted by They Call Me, Nana (@fkrnand) on
Pastinya gak mungkin membeli celana kulot tanpa tahu harus pakai atasan seperti apa. Kalau gue biasanya memadupadankan celana kulot dengan atasan kaos yang panjang. Kaos tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam celana kemudian disesuaikan dengan panjang kaos yang kiranya cocok jika dipadu dengan celana kulot tersebut. Selain kaos, bisa juga ditambah dengan outerwear yang agak panjang. Celana kulot juga bisa digunakan untuk acara-acara formal, misalnya dengan menggunakan polo-shirt/kemeja kemudian ditambahkan sweater. Untuk inspirasi lainnya, bisa melihat cara beberapa plus-size fashion blogger favorite gue dalam menggunakan kulot, such as Tanesha Awasthi (@girlwithcurves), atau Renee Tan.
A photo posted by They Call Me, Nana (@fkrnand) on
Kunci utama dalam how to look killin' by wearing culottes bagi mereka yang bertubuh besar adalah: BE CONFIDENCE. Mengutip gogirl, in mirror we trust!. Kalau ketika kamu berkaca dan merasa gak nyaman dengan pakaian yang kamu gunakan, then change it!. Karena dengan merasa nyaman, kamu bisa memancarkan keindahan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya ;)
and now, i need more culottes in my closet to make my self look cool ;p
Hola! Akhirnya punya sesuatu untuk ditulis lagi di sini. Sebenarnya banyak hal menarik yang gue ingin bagikan, tapi selalu terhalang dengan kegiatan-kegiatan yang punya prioritas lebih tinggi dari blogging. Misalnya aja tentang Ashley Graham's show di NYFW 2015 beberapa waktu lalu, campaign #PlusisEqual yang muncul di event yang sama, kegiatan jalan-jalan ke Sakura Park di AEON BSD City bareng pacar, kehidupan as senior di semester tujuh ini, dan masih banyak hal lain yang bisa gue ceritakan. Apa yang gue alami hari ini rasanya wajib untuk dibagikan se-segera mungkin. Sama halnya dengan menulis field-notes saat penelitian, makin lama gak menuliskan hasil temuan, bakal lupa meskipun udah direkam (edisi curhat :p).
A photo posted by FIKRIANA K. ANDINI (@fkrnand) on
Sekitar 9 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 23 Juli 2015, gue memutuskan untuk ikutan (semacam) undian untuk di make-over yang ditawarkan oleh Gogirl! Magazine lewat akun instagramnya. Memang gue sudah sejak lama mau merasakan di make-over oleh majalan kesayangan gue itu (they have a special spot for make over on the magazine), dan postingan tersebut cukup menggoda. Kenapa? Karena Gogirl bersama beberapa brand seperti Benefit Cosmetic, Up Shoes by Diana Rikasari, Spotlight, dan Nila Anthony menjadi sponsor dalam undian tersebut. Artinya, kalau menang make over, gue akan dirias dengan Benefit Cosmetic sekaligus didandani dengan pakaian dan sepatu dari brand-brand tersebut. Awalnya, undian #MakeOverMePlease ini akan diumumkan di pertengahan bulan Agustus, gak lama setelah gue balik dari penelitian. Namun, panitia memutuskan untuk menambahkan waktu untuk batas akhir submission sampai akhir Agustus. Yaaa gue mau gimana lagi? awalnya berharap balik penelitian bisa di make-over, tapi kenyataannya harus diundur.
A photo posted by Benefit Cosmetics Indonesia (@benefitcosmeticsindonesia) on 15 at 8:35am PDT
Kemudian, pada suatu Jum'at, gue memperoleh notifikasi di applikasi instagram gue bahwa ada salah satu akun yang menuliskan username gue dalam caption/comment. Saat gue buka, ternyata....gue terpilih untuk di make-over oleh Benefit Cosmetic, Spotlight, Up, Nila Anthony, dan Gogirl!. Gak hanya di make-over, gue juga berkesempatan untuk sharing bareng Diana Rikasari dan Ucita Pohan! Bilang apa? Alhamdulillah.
Setelah sekitar dua minggu menunggu, akhirnya tanggal 26 September datang juga! Rencana awal adalah berangkat pagi-pagi untuk nyekar ke makam Alm. kakek (my mom's father). Namun, karena gue kesiangan, akhirnya langsung menuju Plaza Indonesia, lokasi kegitan #MakeOverMePlease dilaksanakan. Sebelumnya, mampir dulu ke Ancha & Adi salon di Cinere yang kebetulan langganan nyokab. Buat apa? Buat merapikan rambut nyokab yang menurutnya sudah terlalu panjang. FYI, rambut nyokab gue itu pendek, hemm ya bisa dibilang pixie cut lah. Silahkan bayangkan aja kalau dipotong jadi sependek apa :D. Sekitar pukul 11 lewat, gue dan nyokab sampai di Plaza Indonesia. Alhamdulillah jalanan lancar dari Cinere ke lokasi. Sesampainya di lokasi, gue dan nyokab yang emang jarang banget ke Plaza Indonesia mencari lokasi Benefit Store yang katanya terletak di lantai tiga. Rupanya, Benefit Store terletak tidak jauh dari Miniapolis alias tempat main untuk anak-anak kecil. Saat gue datang ke Benefit Store, rupanya memang acara belum dimulai (yaiyalah...secara acara mulai jam 12.30 -_-). Staff Benefit yang super ramah akhirnya meminta gue untuk menuliskan nama dan nomor telfon di guest book, supaya ketika acara dimulai, gue bisa datang langsung setelah ia hubungi. Sambil menunggu, gue dan nyokab menikmati sepiring Caesar Salad di Starbucks dan sempat juga berjalan-jalan di food hall. Kira-kira jam 12 siang, gue mendapat telfon yang meminta gue untuk langsung menuju store Benefit di lantai tiga.
Benefit Store ini lucu banget! Gue pribadi memang suka dengan packaging dari produk-produk Benefit, dan makin dibuat jatuh hati dengan interior store-nya. Sebelumnya, gue gak pernah mencoba produk dari Benefit karena memang gue jarang merias wajah, tapi selalu ada keinginan untuk beli karena bentuknya yang lucu itu. Sesampainya di Benefit Store, gue disambut dengan super menyenangkan oleh Mbak Daisy dari Benefit Cosmetic Indonesia. Ia langsung membawa gue untuk di foto 'before' dan di make up oleh salah satu staffnya yang bernama Mbak Rahma. Sambil dirias, gue sempet ngobrol sama Mbak Rahma (gini nih kalau jiwa mahasiswa antropologi-nya keluar :p) seputar produk Benefit dan seputar dirinya. Rupanya, Mbak Rahma tinggal di Ciputat, gak terlalu jauh dari Cinere, tempat gue tinggal. Jarak antara rumahnya dan tempat kerja yang cukup jauh rupanya ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, sehingga lebih hemat waktu. Mbak Rahma juga menjelaskan kepada gue kegunaan dari The Pore-fessional yang dapat meminimalisir terlihatnya pori-pori wajah. That's awesome! Especially for me, seorang wanita berusia 22 tahun yang jarang dandan :p. Tidak lama kemudian, Mbak Daisy kembali mendatangi gue dan 'meracuni' gue untuk brow-wax alias merapikan alis. Alis jadi suatu trend belakangan ini. Jujur aja, gue tidak begitu suka mengutak-atik alis, namun gue rasa ketika mengikuti make-over seperti ini, kita harus bisa total dan 'pasrah' pada expert. Gue juga cukup penasaran tentang brow-wax ini, yaa itung-itung merapikan alis lah.
Seumur hidup, brow-wax adalah kegiatan berbasis waxing pertama yang gue lakukan. Mbak Daisy called me 'brow-virgin' karena gak pernah ngutak-atik alis, hehehe :p. Langkah pertama adalah menggambar alis yang akan dicapai, sehingga sang ahli tahu dimana ia harus waxing alis gue. Tadinya, rambut-rambut halus yang sering disebut 'alis nyambung' gue mau dibereskan juga. Then, I told Mbak Daisy to let it be that way, karena itu jadi ciri khas gue. And she said, "yaudah gak apa-apa, susuknya disitu ya?". Gue hanya bisa tertawa. Well, at the end, I kinda like the result. Mari kita lihat kira-kira akan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai alis gue numbuh lagi hihihi :p
Setelah beres dengan urusan alis, gue dibawa ke meja make-up untuk menyelesaikan bagian mata dan bibir. Karena pada dasarnya gue gak begitu sering make up, merias mata jadi satu hal yang bikin gue was-was. Gue hanya bisa pasrah sambil mengatur nafas supaya bisa lebih santai. Maaf ya agak norak :p. Tahap selanjutnya adalah hair-do. Dengan bantuan dari GHD Hair, rambut gue dibuat agak berombak (and to be honest, that's one of my dream hair...but actually it will looks awesome in longer hair) dan mendapat kesan messy. Pas banget karena emang gue gak suka nyisir hehehehe. Next step is dressing up! Dibantu dengan tim dari Spotlight (Termasuk Mbak Ivana, 'pentolannya' Spotlight :p), gue mendapatkan blazer+black shirt. Awalnya gue akan dipakaikan legging yang gue bawa dari rumah, namun ternyata warnanya kurang pas dan malah terlihat lebih baik dengan jeans yang gue kenakan dari awal. Celana jeans gue kemudian dilipat dibagian bawah serta dirapikan dari benang-benang menjuntai, maklum jeans-nya dipermak sama mas-mas yang lewat depan rumah hehehe. Setelah pakaian, tidak lupa aksesoris yang dipinjamkan serta ditata langsung oleh Diana Rikasari. Selain aksesoris berupa kalung, gue juga dipilihkan sepatu oleh Diana Rikasari langsung. Duh, berasa model didandanin begitu.
Usai dandan, hair-do, dan dress up, gue menemui beberapa pemenang undian lainnya. Yap! I got additional friends! They are Hanan yang ternyata juniornya temen gue SMA di kampus, Melysa yang ternyata temennya temen kampus gue, Resista yang punya nama kayak temen gue di UAI, Icha yang calon dokter dan sempet belajar mata kuliah antropologi di kampus, Ribka, dan Tya. Kita semua berasa jadi model siang itu karena setiap lagi selfie, tiba-tiba semua orang memfoto kami semua. Ini toh rasanya jadi model hehehehe, capek juga ya liat kamera terus. But I do love that kind of experience!.
Hair-do by GHD | Blazer and Shirt by Spotlight | My own jeans | Wedges by UP | Clutch by Nila Anthrony | Make up by Benefit Cosmetic | Accessories belongs to Diana Rikasari
Sekitar jam 2 siang, acara sharing bersama Diana Rikasari dan Ucita Pohan dimulai. Mbak Daisy juga ikutan dalam acara tersebut. Tapi, sebelum sharing session, kita ber-7 di 'maper' dulu sama Mbak Daisy hehehe. She asked us to do a runway walk like a model! I was surprised but also excited, since modelling is one of my secret dream :p. Terakhir kali berjalan a la model itu pas usia 5 tahun, ketika iseng ikut lomba fashion show berbusana muslim. Setelah itu, menjadi model cuma bisa gue simpan aja dalam hati karena proporsi tubuh yang kurang sesuai dengan industri tersebut. My runway walk wasn't bad actually hehehe :p. Akhirnya sesi sharing-pun dimulai. Kami semua bebas memberikan pertanyaan kepada tiga narasumber yang ada. Gue berkesempatan melontarkan dua pertanyaan kepada Diana Rikasari dan juga Ucita Pohan. Pertanyaan gue kepada Diana Rikasari dijawab dengan cukup baik oleh Diana sendiri serta Ucita dan Mbak Daisy. Dari jawaban mereka gue belajar bahwa ketika dressing up atau melakukan suatu hal, pastikan kita merasa happy dengan apa yang kita lakukan itu. Apapun komentar orang, kita kita merasa happy, akan ada aura cantik (begitu istilah dari Diana) yang keluar dan pada akhirnya orang lain juga dapat menikmati aura positif tersebut. Dari Diana Rikasari gue juga belajar bahwa terkadang, kita menemukan passion kita agak terlambat. Berkaca dari pengalamannya sendiri, Diana Rikasari baru menemukan passion di dunia fashion dan bisnis ketika ia sudah memasuki usia 25 tahun. Dari situ gue belajar untuk menjalani setiap keputusan yang sudah dibuat dan bersabar sambil mencari apa passion kita sebenarnya karena gue sendiri masih meraba-raba apa passion gue itu. Gue jadi yakin bahwa the aha moment seputar passion kita akan datang suatu saat nanti. Kemudian, pertanyaan kedua gue ditujukan pada Ucita Pohan. She's an announcer di cosmopolitan FM. Tubuhnya tidak langsing, tetapi gue mengagumi rasa percaya dirinya dan cita rasanya dalam hal fashion. Kesukaannya dalam hal-hal yang berbau klasik menjadikan Audrey Hepburn sebagai salah satu fashion influence-nya. Ucita juga mengatakan bahwa penting untuk mengenal diri kita sendiri (terutama dalam hal berpakaian) agar bisa tetap mengikuti trend yang ada. Secara garis besar, gue sangat terinspirasi dari hasil sharing session tersebut.
With Ucita Pohan. And She's superb nice <3
With Diana Rikasari. She's superb cute!
Sebelum acara berakhir, setiap sponsor memberikan pertanyaan berhadiah bagi kami yang ikut dalam kegiatan #MakeOverMePlease. Hadiah yang diberikan mulai dari voucher belanja sampai sample product. Gue cukup beruntung untuk bisa memborong sejumlah hadiah kuis tersebut. Usai kuis, kami semua berfoto bersama-sama dan tentunya menyempatkan diri berterima kasih kepada para sponsor. Gue berusaha menyempatkan waktu bertemu Ucita Pohan untuk meminta kontaknya untuk bisa sharing lebih banyak lagi sebagai salah satu modal bahan skripsi nantinya :p.
Selfie time with other six lucky girls <3 <3
Credit to Diana Rikasari (taken from her Instagram)
I feel so lucky and grateful today! Punya kesempatan di make-up, dapet banyak hadiah mulai dari voucher belanja, pakaian+sepatu yang digunakan, sampai peralatan make up yang selama ini gue idam-idamkan, dan yang paling penting, bisa berbagi pengalaman dengan orang-orang hebat + teman-teman baru. Thanks a lot to Gogirl Magazine, Benefit Cosmetic Indonesia, Spotlight Store, Up Shoes by Diana Rikasari, dan Nila Anthony telah membuat mimpi saya jadi kenyataan ;)
Self love by taking selfie :p
Weekly Addiction!
Can't stop and won't stop listening (and singing) Aston Merrygold's Get Stupid! Setelah ditelusuri, rupanya Aston sempat jadi juri Got to Dance UK dan jadi personel dari boyband JLS yang pernah nyanyiin 'She Makes Me Wanna' featuring Dev. So, for ya, here's the official music video of Get Stupid by Aston Merrygold.